BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)--Pemerintah Kota Pariaman Lounching Bank Sabiju Liber (Sampah Bisa Jadi Uang, Lingkungan Bersih) Tingkat Kota Pariaman dengan tujuan utama mengurai permasalahan sampah sehingga membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA  dilaksanakan di depan kantor Lingkungan Hidup (BLH). Kamis (24/11/2016).

Acara lounching ini diresmikan,  Ka. BLH Ir. H. Saiful Rizal, MM, direktur bank sampah tingkat Kota Pariaman Drs. Mayfaldi, dan seganap apartur BLH serta petugas kebersihan Kota Pariaman yang menjadi anggota aktif dari bank sampah yang telah dicanangkan ini.

“Bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif  dalam menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah” Ujar Syaiful

“Pembentukan bank sampah sebagai salah perwujudan instruksi Walikota Pariaman yang menargetkan Pariaman Kota Bersih ditahun 2018, BLH sebagai induk berupaya memberikan edukasi mengenai sampah dan pemilihan sampah kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa sampah menjadi berkah”, ungkap beliau

Saat ini, jumlah bank sampah melalui gerakan masyarakat, gerakan sekolah dan gerakan pemula untuk tingkat desa / keluarahan berjumlah 7 bank sampah yaitu di desa kampung Baru, Desa Bungo Tanjung, Desa Rawang, Desa Koto Marapak, Kelurahan Jati Hilir, Desa Palak Aneh dan Desa Taluk dan 22 bank sampah di sekolah-sekolah, yang telah berjalan sejak dua tahun yang lalu.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Mayfaldi menambahkan “Keberadaan bank sampah selain memberi pendidikan, juga membantu warga di wilayah tersebut untuk memiliki komitmen tinggi memilah sampah sejak dari rumah tangga dengan harapan terbinanya perilaku ramah lingkungan”.

“Pemilahan sampah ekonomis sesuai dengan jenisnya yang dilakukan sejak dari sumbernya merupakan indikator penting dalam proses transaksi bank sampah,  Sistem yang terstandarisasi dan pengembangan berkelanjutan bisa menjadi solusi tumpukan sampah dipenampungan” tambahnya Mayfaldi

“Nah, dengan adanya bank sampah, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan, selain itu kedepan kita akan menargetkan setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu bank sampah begitu juga dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Pariaman”, tutup direktur bank sampah Kota Pariaman. (j/amir)