BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)--Polres Padang Pariaman,  melaksanakan kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016 di halaman Mapolres. Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Padang Pariaman AKBP Roedy Yoelianto, S. iK, MH dan dihadiri oleh Waka Polres, pejabat utama polres, para kapolsek sejajaran, Rabu (16/11/2016).

Operasi Simpatik tersebut dilaksanakan selama 14 hari dimulai tanggal 16 s/d 29 November 2016. Operasi Simpatik 2016 ini mengedepankan giat Preemtif 10 %, Preventif 10 % dan Represiv 80 %.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Roedy Yoelianto, S. iK, MH mengatakan dalam amanatnya, apel gelar pasukan ini dilaksanakan, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya, dalam hal ini  menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas,” ujarnya.

Roedy Yoelianto menyampaikan, guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcar lantas dengan memberdayakan   seluruh  stakeholder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas.

Oleh sebab itu diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas. 

Amanat undang-undang no. 22 th 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan adalah bagaimana untuk,  mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (kamseltibcar lantas)

Kemudian,  meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta  membangun budaya tertib berlalu lintas dan tidak kalah pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik. 

Menurut Kapolres semua  di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang diterima  dijalankan oleh semua pihak. dalam melaksanakan amanat undangundang, polisi lalu lintas memiliki fungsi yaitu :  

Adanya edukasi, engineering (rekayasa),  enforcement (penegakkan hukum), identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor,  pusat k3i (komunikasi, koordinasi dan kendali, serta informasi), koordinator pemangku kepentingan lainnya, memberikan rekomendasi dampak lalu lintas, korwas ppns, ke delapan fungsi tersebut di implementasikan pada fungsi-fungsi polantas.  
Mencermati hal tersebut di atas, diharapkan kepada seluruh stake holder mampu mempersiapkan langkah – langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi bisa di minimalisir sehingga tercipta kamseltibcarlantas, untuk menindak lanjuti kebijakan nawa cita presiden republik indonesia yang di jabarkan dengan Program Prioritas Kapolri  yang disebut program (promoter) profesional, modern dan terpercaya. 

Pertama polisi harus professional, meningkatkan komptensi SDM Polri yang semakain berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan, serta melakukan, pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya. 

Kemudian modern melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung  teknologi sehingga semakin mudah  dan cepat diakses masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan almatsus dan alpakam yang makin modern.

Selanjutnya polisi harus terpercaya melakukan melakukan reformasi Internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hokum yang obyektif, transparan akuntabel dan berkeadilan. 

Ditambahkan, Kapolres Yoelianto, program Kapolri “promoter”, berisi 10 program dan 1 quick wins, yaitu, Pemantapan reformasi internal polri, Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat berbasis it,  Penanganan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.

Setelah itu Peningkatan profesionalisme polri menuju keunggulan, Peningkatan kesejahteraan anggota polri, Tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan min  sarpras,  Membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas, Penguatan harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban) dan Penegakkan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan, Penguatan pengawasan,  Quick wins polri.

Untuk mewujudkan program dan kebijakan  tersebut,  polri sebagai penggerak revolusi mental, guna mewujudkan citra positif, kepolisian negara republik indonesia, khususnya polisi lalu lintas, yang di dukung oleh satuan fungsi lainnya dengan melibatkan para pemangku kepentingan,akan melaksanakan operasi “zebra – 2016”. operasi ini dilaksanakan sebagai cipta kondisi  operasi lilin tahun 2016  dan tahun baru 2017.  

Pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2016 kali ini  ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain, pelanggaran rambu – rambu lalu lintas, pelanggaran batas kecepatan, melawan arus lalu lintas khususnya kendaraan motor.  

Dengan dilakukan penegakkan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan operasi zebra ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu,  meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya,  meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.  
Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas dan  meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas serta  terwujudnya situasi kamseltibcar lantas  menjelang perayaan natal tahun 2016 dan tahun baru 1 januari 2017.
  
Kapolres juga menyampaikan penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelakasanaan tugas,  selalu bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa, jaga keselamatan anda dalam pelaksanaan tugas;
Tingkatkan disiplin anggota polantas dan terwujudnya pelayanan polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamseltibcarlantas. (rn/amir)

google+

linkedin