MEMASUKI  hari ketiga studi komperatif wartawan  Pemko Pariaman ke Pemko Yogyakarta, pimpinan rombongan berganti dari  Wakil Wali Kota Pariaman, Dr. H. Genius Umar kepada Kabag Humas Pemko Pariaman, Yelviendri, SE, MM, karena Wakil Wali Kota Pariaman, Genius Umar, duluan pulang ke Pariaman, karena akan mengikuti penutupan Pekan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat,  Selasa (29/11/2016) sore di Padang.

Sesuai dengan jadwal kunjungan hari ketiga tersebut, mengunjungi Wirawisata, Goa Pindul Gelaran II, Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tepat pukul 11.00 Wib,  rombongan wartawan studi komperatif sampai pada tujuan Wirawisata Goa Pindul. 

Objek Wirawisata Goa Pindul, merupakan destinasi wisata minat khusus karst adventure  cave tubing yang menyajikan pesona alam undergroundriver dan goa karst yang masih alami didukung dengan beragam alternative wisata lainnya, seperti offroad, outbound, tracking, makrab & upgrading, kuliner dan atraksi kesenian dan wahana baru Omah Outbond alternative untuk anak-anak yang tidak masuk Goa Pindul.

Berbagai fasilitas yang tersedia diantaranya Pandopo, panggung hiburan, ruang meeting, homestay, pondok makan, mushalla, MCK standar, VIP room nuansa tradisional sangat cocok untuk memanjakan para wisatawan yang datang ke destinasi Goa Pindul, baik individu maupun kelompok. 

Objek wirawisata Goa Pindul, dikelola oleh Karang Taruna Gelaran II, Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul yang diketuai Budi Hardiyanto. Objek Wisata ini, mulai dibuka sejak bulan September Tahun 2011, dalam empat bulan pertama itu, telah dikunjungi oleh Wisatawan Manca Negara sebanyak 74 orang dan Wisatawan lokal (Indonesia) 2.451 orang, total pengunjung pada Tahun 2011 sebanyak 2.514 orang.

Setiap pengunjung yang ingin menikmati objek wisata alami itu, dikenakan biaya Rp. 35.000 untuk wisatawan domestic dan untuk non domestic Rp. 60.000/orang, untuk objek wisata Cave Tubing Pindul. Sedangkan untuk objek wisata River Tubing Oyo, biayanya beda lagi, buat wisatawan domestik Rp. 50.000/orang dan untuk wisatawan non domestic Rp. 70.000/orang.

Objek wisata yang dikelola, Karang Taruna ini ada sebanyak 9 jenis dengan biaya yang berbeda-beda pula. Menurut Budi Hardiyanto yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, pengelola yang terlibat dalam objek wisata ini sudah mencapai 180 orang dengan honor atau gaji Rp. 1,5 juta sampai Rp, 2,5 juta/orang.

Pendapatan kotor dari pengelolaan objek wisata ini setiap bulannya mencapai Rp 100 juta lebih, penggunaan dana selain untuk gaji anggota juga untuk sosial seperti membantu panti asuhan, pembangunan rumah ibadah dan lain sebagainya. 

Diceritakan Budi Hardiyanto, awal terbukanya objek wisata ini berawal adanya penelitian mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang membuat karya tulis untuk penyelesaian studi starata satu (S1)nya. 

Beranjak dari situlah Karang Taruna mulai bergerak, dengan modal nol, tetapi dengan semangat ingin maju dan mencoba mengiklankannya melalui media sosial dan ikut promosi-promosi dalam dan luar DIY. “Alhamdulillah, setiap bulan pengunjung selalu meningkat,” budi Hardiyanto.

Rombongan wartawan Pemko Pariaman yang tergabung dalam kelompok studi komperatif, sesampai di Wirawisata Goa Pindul, ada yang ingin masuk ke Goa Pindul dan ada pula yang tidak mau masuk, cukup sampai di pintu goa tersebut. 

Menurut yang ikut masuk ke dalam Goa Pindul,mengatakan sangat luar biasa indahnya dalam goa tersebut, walaupun air sungainya, terlihat keruh berwarna kopi susu, tapi tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk masuk dalam goa pindul itu. “Rugi gadang bagi kawan yang indak mau masuk,” tutur Ikhlas Darma Murya dengan Ferry Nugrah. (bersambung)