MENANGGAPI  polemik yang ada, manajemen PT Grafika Jaya Sumbar (PT Grafika) perlu menjelaskan, bahwa Minang Mart itu bukan program Gubernur Sumbar. Minang Mart adalah murni pengembangan bisnis BUMD PT Grafika Jaya Sumbar. Dalam operasionalnya, Minang Mart tidak menggunakan dana APBD Sumbar, melainkan murni investasi PT Grafika bekerja sama dengan pihak swasta.

Menangkap gagasan dan ide banyak pihak, bagaimana ada pula ritel modern yang bisa menampung produk UMKM dan bahan pangan pertanian di Sumbar, PT Grafika membuka unit usaha baru di bidang ritel dengan nama Minang Mart. Dalam hal ini, PT Grafika menggandeng dua BUMD, yakni Bank Nagari sebagai supporting modal dan PT Jamkrida sebagai penjamin pinjaman modal. 

Karena usaha ritel itu padat modal, padat manajemen dan IT serta padat pengalaman, maka PT Grafika menggandeng PT Sentra Distribusi Nusantara, dan bersama-sama membentuk anak perusahaan PT Ritel Modern Minang (PT RMM) sebagai operator Minang Mart. Jadi, Minang Mart adalah bisnis to bisnis antara PT Grafika dengan PT Sentra Distribusi Nusantara, bukan program Gubernur Sumbar.

Kaitan Gubernur Sumbar dengan Minang Mart hanyalah berupa supporting moral dengan me-launching-nya. Gubernur me-launching Minang Mart karena ada kerja sama tiga BUMD dalam operasional Minang Mart. Untuk operasional Minang Mart ke depan, PT Grafika sudah melakukan MoU dengan Bank Nagari sebagai supporting modal dan PT Jamkrida sebagai penjamin pinjaman modal. Sekali lagi, Minang Mart bukan program Gubernur Sumbar, melainkan murni pengembangan bisnis PT Grafika sebagai BUMD. 

Perlu dijelaskan, PT Sentra Distribusi Nusantara sebagai mitra PT Grafika dalam mengoperasikan Minang Mart, adalah perusahaan swasta milik anak-anak Minangkabau di Jakarta. Jadi, tidak benar ada pemodal besar atau kapitalis di belakang Minang Mart. Dan, paten merk dagang Minang Mart adalah 100 persen milik PT Grafika sebagai BUMD milik Pemprov Sumbar. Sekali lagi, tidak ada kapitalis di belakang Minang Mart seperti yang ditakutkan para pedagang.

Dalam operasionalnya, Minang Mart tidak akan mematikan warung-warung yang ada di sekitarnya. Minang Mart punya pola kemitraan untuk menghidupkan warung-warung tersebut. Warung-warung yang bermitra dengan Minang Mart akan di-upgrading. Manajenennya dibenahi, desain toko dan pelayanan dibuat standar Minang Mart. Setelah di-upgrading, warung mitra difasilitasi mendapat tambahan modal melalui Bank Nagari dengan jaminan PT Jamkrida. Pola mitranya bukan waralaba, tapi kerja sama dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan.

Juga perlu dijelaskan, barang-barang yang dijual di Minang Mart dipasok oleh distributor lokal, dan dijual dengan harga yang transparan sesuai harga pasar. Ketika konsumen mengambil barang di rak, konsumen sudah tahu berapa harga barang tersebut. Dan, konsumen yang berbelanja di Minang Mart dilayani dengan ramah dan professional oleh para pelayan yang sudah dilatih. Perlu diketahui, karyawan Minang Mart digaji sesuai standar UMP Sumbar dan diikutkan program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Minang Mart juga menjual produk kuliner UMKM dan bahan pangan hasil pertanian Sumbar. Untuk masuk ke Minang Mart, mutu dan kemasan produk distandarisasi terlebih dahulu oleh PT Grafika. Khusus pasokan bahan pangan produk pertanian, PT Grafika langsung membeli ke petani melalui kelompok-kelompok pertanian. Seperti harapan pemerintah, Minang Mart akan memberi ruang sampai 30 persen secara bertahap untuk produk kuliner UMKM dan bahan pangan produk pertanian Sumbar.    

Sekali lagi, Minang Mart itu bukan program Gubernur Sumbar. Minang Mart adalah murni pengembangan usaha BUMD PT Grafika Jaya Sumbar. Gubernur hanya me-lauching sebagai supporting moral, karena ada keterlibatan tiga BUMD. Minang Mart lahir dari kerja sama PT Grafika dengan PT Sentra Distribusi Nusantra yang membentuk anak perusahaan PT RMM. Ini murni bisnis seperti para peritel lain berbisnis.

Sekali lagi, tidak ada kapitalis di belakang Minang Mart. PT Sentra Distribusi Nusantara sebagai mitra PT Grafika adalah milik anak-anak Minangkabau di Jakarta, yang ingin mengembangkan usahanya di Sumbar. PT RMM adalah anak perusahaan PT Grafika yang bekerja sama dengan PT Sentra Distribusi Nusantara sebagai operator Minang Mart.

Oleh karena itu, jadikanlah kehadiran Minang Mart sebagai cambuk bagi para peritel yang ada untuk berbenah lebih baik lagi. Tidak ada yang perlu ditakutkan, karena pasokan barang Minang Mart juga dari distributor lokal. IT manajemen yang digunakan Minang Mart juga standar lokal seperti yang dipakai peritel Sumbar. Tenaga kerja juga dari putera puteri Sumbar. Kedepan, Alfa Mart, Indo Mart dan peritel besar lainnya juga tidak akan bisa dibendung tak kala pasar bebas sudah berlaku.

Toko-toko Minang Mart yang ada sekarang adalah model untuk contoh bagi pemilik warung yang ingin bermitra dengan Minang Mart. Dalam perjalanan ke depan, pola bisnis Minang Mart akan terus disempurnakan, supaya bisa seiring sejalan dengan mart-mart yang sudah ada. Jadi, tidak ada istilah saling mematikan, melainkan bagaimana bersama-sama saling bergandeng tangan untuk sama-sama maju. Untuk itu, mari bergandeng tangan dan bersaing secara sehat.

Terima kasih. Semoga penjelasan ini bisa dimaklumi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Tertanda: Dasril, SPd, MM, Direktur PT Grafika Jaya Sumbar.