PENGHARGAAN Bagi Komunitas Penulis Sumatera Barat  2016 dan sekaligus Peluncuran Layanan Perpustakaan Sumbar Berbasis Teknologi Informasi.

Hari ini saya menyerahkan Piagam Penghargaan Apresiasi Penulis Sumatera Barat Tahun 2016 kepada 20 Penulis Sumbar pada acara 'Apresiasi Penulis dan Semiloka Kepenulisan serta Peresmian Penggunaan Website Layanan Perpustakaan' yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa, 13 Desember 2016.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BPK) Sumbar Alwis, Ketua Yayasan Gemar Membaca Indonesia (YAGEMI) Firdaus Umar, dan penulis-penulis Sumbar.

Keberhasilan etnik Minangkabau di banyak bidang salah satunya dipengaruhi oleh budaya literasi yang mengakar dan mengejawantah dalam kehidupan dan komunikasi sehari-hari masyarakat Minangkabau. Budaya literasi ini, sambungnya lagi, adalah faktor utama yang membuat etnis Minang dapat menyampaikan gagasan dan buah pikir dengan baik, runut, arif namun lugas melalui tutur lisan maupun tulisan yang puitis.

Saya sampaikan apresiasinya kepada penulis-penulis yang telah berkarya dan memperkaya perbendaharaan literatur Sumatera Barat secara umum, dan Minangkabau secara khusus.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui BPK (Badan Perpustakaan & Kearsipan) merasa perlu memberikan apresiasi kepada penulis-penulis karena menyadari pentingnya sebuah karya intelektual. Penghargaan ini kami berikan agar penulis lebih termotivasi dan terus menelurkan karya-karya serta dapat mendorong siapapun untuk mulai menulis. Dengan ini, semoga budaya literasi Sumbar dan etnik Minangkabau terus terpelihara" ujarnya.

Untuk memastikan terpeliharanya budaya literasi ini dan untuk memperkaya khazanah literatur tentang, atau yang disusun oleh penulis dari Minangkabau, Gubernur menginstruksikan BPA Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk berperan aktif mengumpulkan dan merangkul penulis-penulis asli daerah.
Banyak penulis yang datang ke saya namun tidak memiliki biaya untuk membayar ongkos produksi dan cetak, ini harus menjadi perhatian kita. 

Saya minta BPK Provinsi, Kabupaten, dan Kota agar berinisiatif untuk aktif dan proaktif mengumpulkan dan mengoleksi agar mutiara-mutiara Minang ini tidak tenggelam begitu saja. Saya minta juga untuk mendatangi, mendorong, merangkul generasi muda untuk menulis supaya karya yang dihasilkan memiliki korelasi dengan kebutuhan masyarakat.

Daftar lengkap penerima Penghargaan Apresiasi Penulis Sumbar 2016, sebagai berikut:

1. Deddy Arsya dengan karya berjudul 'Sejarah Penjara-Penjara Sumatera Barat';

2. Denni Meilizon dengan karya berjudul 'Otobiografi Pamong';

3. Farris M. Faiz dengan karya berjudul 'Kabar dari Timur';

4. Arif Rizki dengan karya berjudul 'Antologi Puisi';

5. Kurnia Hadinata dengan karya berjudul 'Rumah Hujan';

6. M. Subhan dengan karya berjudul 'Bensin di Kepala Bapak';

7. Ragdi F. Daye dengan karya berjudul 'Antologi Rumah';

8. Yetti A. K. A. dengan karya berjudul 'Jalan Pantai Terdekat ke Rumahmu';

9. Donny Syofyan dengan karya berjudul 'Esai Sastra';

10. Firdaus dengan karya berjudul 'Cincin Kelopak Mawar';

11. Tito Alexi dengan karya berjudul 'Antologi Cerita Anak Sumatera Barat';

12. Rio Fitra dengan karya berjudul 'Panggilan Telepon';

13. Maiza Elvira dengan karya berjudul 'Sejarah Penyebaran Penyakit di Pesisir Sumatera';

14. Karta Kusumah dengan karya berjudul 'Nilam binti Malin';

15. Muhsin Lahajji dengan karya berjudul 'Aku Ingin ke Surga';

16. S. Metron M. dengan karya berjudul 'Tuanku Imam Bonjol';

17. Zelfeni Wimra dengan karya berjudul 'Rumah Abu';

18. A. R. Rizal dengan karya berjudul 'Antologi Cerpen';

19. M. Yusuf dengan karya berjudul 'Hikayat Tuanku Nan Muda Pagaruyung';

20. Rona Almos Pramono dengan karya berjudul 'Flora dan Fauna dalam Pantun dan Petatah-Petitih Minangkabau.

Pada kesempatan yang sama, saya juga meluncurkan secara resmi layanan Perpustakaan Sumbar berbasis Teknologi Informasi (TI), antara lain; ebook.pustaka.sumbarprov.go.id; minangkabausiana.bpa.sumbarprov.go.id; pustaka.bpa.sumbarprov.go.id; majalahglosaria.com; dan, felm dokumenter informasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Layanan-layanan ini diharapkan dapat memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat karena dengannya kini membaca tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu namun bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Terkait dengan jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Sumbar, saya meminta agar Perpustakaan Prov. Sumbar terus menggiatkan publikasi dan sosialisasi kegiatan agar pengunjung Perpustakaan Prov. Sumbar menjadi ramai.

Saya tekankan kepada BPA (Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sumbar) dan stakeholder agar giatkan publikasi dan sosialisasi karena saya masih belum puas dengan jumlah pengunjung Perpustakaan kita. Memang jumlah pengunjung kita terus meningkat dari tahun ke tahun, namun jumlah itu belum banyak. Boleh jadi koleksi kita yang tidak lengkap atau sosialisasi dan publikasi kita yang memang kurang.(Penulis Gubernur Sumbar)