Foto dok singgalang
BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Pusat, H Basril Djabar menegaskan, dengan terjadinya deadlock Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sumbar di Hotel Pangeran Padang, Senin, 28 November 2016 lalu, maka terbuka peluang bagi calon lain untuk maju.

"Bisa jadi muncul calon baru, selain Budi Syukur dan Ramal Saleh," kata Pemimpin Umum, Harian Singgalang ini ketika dihubungi melalui selulernya.

Menurut H Basril Djabar, Musprov Kadin Sumbar ke-6 yang berujung deadlock, berarti tidak menghasilkan apa-apa, alias nol. "Makanya, setelah ditunda selama tiga bulan sesuai AD/ART Kadin, semua dimulai dari nol. Maksudnya, SK Panitia Pelaksana Musprov pun harus diperbaharui," kata putera anak Nagari Palinggam Kota Padang ini.

Kemudian, kata H Basril Djabar, ada tujuh daerah tingkat dua yang belum melaksanakan musyawar daerah. "Ketujuh Kadin daerah itu harus melaksanakan musda terlebih dahulu dan secara otomatis, jumlah peserta Musprov bertambah tujuh lagi," kata mantan komisaris PT Semen Padang ini.

Berdasarkan data Tabloid Bijak, Musprov Kadin Sumbar, yang dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach tersebut berakhir deadlock dan diputuskan, pemilihan ketua baru ditunda tiga bulan mendatang sesuai AD/ART.

Waktu itu, hanya dua kandidat yang maju. Yang pertama Ramal Saleh dan Sengaja Budi Syukur. Kedua kandidat ini menerima Musprov deadlock. Bahkan keduanya, saling bersalaman, seusai pemberitahuan sidang deadlock.

Yang menariknya, suasana Musprov yang dibuka Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tersebut terlihat memanas, begitu masuk ke sesi penyusunan tata tertib dan kemudian, hari sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB dan sangat tak memungkin untuk dilanjutka sidang.
.
Menurut Basril Djabar, deadlock terjadi karena ada kandidat yang syaratnya kurang tapi pendukungnya banyak. "Dari pada ribut-ribut, akhirnya saya ambil inisiatif, dan sidang yang dipimpin Rahmat Junaidi itu, di deadlockan saja," katanya. (PRB)