BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Ketua Kontingen Kota Pariaman, AKBP Ricko Juanidi menegaskan, meskipun Kota Pariaman, dalam portal resmi panitia pelaksana Porprov ke XIV, bertengger pada posisi 11, satu tingkat dibawah Kota Payakumbuh yang meraih 20 emas, 44 perak dan 50 perunggu, namun prestasi itu hasil binaan sendiri, tanpa ada membajak atlet daerah lain.

"Medali yang kita peroleh berasal dari atlet putra putri asli Pariaman, bukan atlet impor, dan ini merupakan pembinaan kita dimulai dari bawah, sehingga kita mempunyai atlet yang betul-betul asli daerah," kata AKBP Ricko Junaidi.

Menurut Ricko Junaidi, dengan kwalitas dan kwantitas perolehan medali yang didapati pada Porprov ke 14 di Kota Padang ini, merupakan kebanggan tersendiri melihat atlet yang mampu bersaing dengan atlet daerah lain yang didatangkan dari luar," tuturnya.

Dikatakan, Kota Pariaman mengumpulkan 106 keping medali pada Porprov XIV Sumbar tahun 2016. Dalam pesta olahraga dua tahunan di Sumatera Barat tersebut, Kota Pariaman mendapatkan 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman,  memberi apresiasi kepada kontingen Kota Pariaman dengan capaian 106 medali ini adalah hal yang luar biasa, ucapnya. Dan wako mengucapkan terimakasih kepada para atlit Kota Pariaman yang berhasil meraih medali dan mengangkat nama Kota Pariaman di ajang Porprov ini.
"Ada bebera sistim yg rusak bila pakai atlit impor, antara lain adalah sistem pembinaan atlit yg tidak benar, tidak didapat bibit yang di inginkan gubernur seperti yang disampaikannya dalam pantun acara pembukaan kemaren, dan yang lebih parah adalah merusak sisten E KTP, berarti E KTP gagal," katanya senada dengan Ketua Kontingen Kota Pariaman.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi selaku wakil ketua kontingen yang mendampingi kontingen Kota Pariaman setiap hari mengatakan, raihan medali Kontingen Kota Pariaman dibanding perolehan medali pada Porprov XIII di Kabupaten Dharmasraya lebih membaik.

Ditambahkannya, pada dibeberapa cabang olahraga, Kontingen Kota Pariaman tampil sebagai juara umum seperti tarung derajat dan sepatu roda. “Bahkan tim sepakbola Kota Pariaman yang tidak diunggulkan mampu tampil gemilang dengan capaian babak empat besar” ujarnya. (j/amir)