dok klikpositif
BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Ketua Tim Investigasi LSM Mamak Ranah Minang, Dany Ferinaldi SH menyebutkan, telah membentuk tim investigasi yang akan ditugaskan melacak dan mengumpulkan bahan kajian masalah truk-truk perusak jalan, dalam kawasan Sumatera Barat.

"Timnya sudah dibentuk dan Sk-nya pun sudah dikeluarkan dan anggotanya lima orang, termasuk pakar tentang jalan," kata Dany Ferinaldi, ketika berbincang-bincang dengan Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Senin, 12 Desember 2016.

Menurut Dany, secara fakta masalah kelebihan tonase truk sudah lama terjadi dan bahkan telah menjadi bahasan gunjingan. "Jujur, kami di LSM Mamak curiga ada permainan kongkalingkong atara pengusaha truk dengan oknum pejabat," kata mahasiswa pasca sarjana hukum Unand Padang ini.

Berdasarkan data sementara, kata Dany, truk-truk perusak jalan itu, truk membawa sawit, batubara dan CPO.  "Persoalan tonase ini, harus dihentikan, karena kelonggaran di jembatan timbang oto, hanya menguntungkan pengusaha truk dan merugikan masyarakat pemakai jalan raya lainnya," kata putra anak Nagari Pauhlimo ini.

Tim investigasi yang diturunkan, ke JTO Sungai Langsek Sijunjung dan Lubuk Selasih Kabupaten Solok, termasuk JTO di Lubuk Buaya, Kota Padang. "Tim juga akan bergerak ke Tapan Kabupaten Pesisir Selatan," katanya.

Hasil tim investigasi, lanjut Dany, tak hanya akan dilaporkan kepada DPRD Sumbar, tetapi juga ke aparat penegak hukum. "Kita ingin Dirlantas dan Dinas Perhubungan pro-aktif menertibkan truk-truk yang melebihin tonase ini," tambah pengagum Bung Hatta ini.

Jika hasil tim investigasi LSM Mamak tak digubris, persoalan ini akan dilaporkan ke presiden, Kapolri dan Jaksa Agung.  "Kami di LSM Mamak juga akan menunggu reaksi cepat dari Tim Saber Pungli yang telah dibetuk di Sumbar," ujarnya lagi. sembari mengajak LSM lainnya, termasuk mahasiswa untuk peduli masalah kelebihan tonase ini. (PRB)