BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Wali Kota Pariaman, Drs.H. Mukhlis Rahman, MM serahkan bantuan pribadi sebanyak Rp. 20 juta kepada Pondok Pesantren Modren Taman Pendidikan Ulama Zuama' (TAPUZ) Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, saat melaksanakan Maghrib Mengaji, di Masjid Ulal Albab Tapuz Marunggi Senin, 5 Desember 2016.

Pemberian bantuan secara pribadi bersama istri tersebut, karena prihatin melihat kondisi pesantren yang membutuhkan sumbangan dari masyarakat yang peduli.

"Santri merupakan generasi masa depan bangsa, yang perlu kita perhatikan sarana dan prasarana belajarnya." ungkap Mukhlis, sang walikota penggagas sekolah gratis ini.

Sebelumnya Pimpinan Pondok Pesantren Tapuz Marunggi, M. Yusuf menjelaskan kepada Walikota Mukhlis Rahman,  permasalahan-permasalahan yang dihadapi pesantren diantaranya kondisi masjid yang bocor, pembangunan jalan di tepi pantai yang bisa menganggu santri serta kondisi mesin air yang rusak.

"Kami mohon agar jalan yang dibangun di tepi pantai dekat pesantren dibangunkan pagar sehingga santri berjumlah 60 orang tidak terganggu," tuturnya dengan penuh harapan. Sedangkan untuk kondisi masjid yang dijadikan tempat aktifitas ibadah santri juga mengalami kerusakan. "Alhamdulillah pak, hari ini tidak hujan, kalau hujan masjid tak bisa digunakan karena bocor." kata pengasuh pondok pesantren ini.

Melihat kondisi pesantren yang butuh penanganan cepat, secara tegas Walikota mengatakan siap membantu pesantren Tapuz, sehingga santri dapat menuntut ilmu dengan nyaman untuk mencapai cita-cita.

" Karena permasalahan baru disampaikan untuk pembangunan pagar insya Allah akan kita anggarkan dalam APBD Perubahan sedangkan untuk penanganan darurat masjid yang bocor dan mesin air sanyo yang rusak saya langsung bantu 20 juta." ungkap Mukhlis dengan tegas.

Mukhlis menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kelebihan harta agar dapat membantu pesantren yang cukup lama berdiri serta mampu melahirkan santri-santri yang berkualitas baik dari segi IPTEK maupun IMTAQ.

Usai kegiatan maghrib mengaji, Walikota bersama rombongan menyempatkan diri melihat kondisi pesantren salah satunya pemondokan atau tempat tidur dari pada santri. (j/amir)