BIJAK ONLINE (SOLOK)-Rolan (16) Warga Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih yang hilang secara misterius di Danau Singkarak sejak Maghrib, Selasa 6 Desember 2016 lalu, sampai saat ini belum juga ditemukan.

Rolan (16),  yang berprofesi sebagai nelayan, seperti diberitakan sebelumnya, saat menjelang Maghrib pamit kepada keluarganyauntuk memasang jaring di danau Singkarak.

Rolan memasang jaring ikan bersama Erizal (38) dan Hendri (35) teman satu profesi dengan korban. Malang tak dapat dielakkan, jaring penangkap ikan korban yang diikatkan ketangan korban dibawa arus yang sangat deras, membuat korban terserat kedalam danau, 

Erizal teman korban yang mencoba menolong, karena arus air danau yang deras membuat Erizal tidak bisa menolong Rolan. Tidak kunjung kelihatan, teman korban menceritakan kejadian tersebut kepada warga dan keluarga.  Merasa khawatir, keluarga Rolan dan dibantu  warga sekitar mencoba melakukan pencarian terhadap Rolan yang diduga tenggelam. Kuat dugaan korban tersangkut jaring sehingga ikut tenggelam.

Berbagai upaya pencarian sudah dilakukan, termasuk menurunkan BPBD, PMI, Tigana, kepolisian, TNI dan dibantu warga sekitar, namun hingga Kamis berita ini ditunkan, keberadaan Rolan juga belum jelas. Ada yang menduga Rolan terjatuh ke danau atau juga yang mengatakan tubuh Rolan dibawa arus danau penghasil ikan bilih itu. “Pencarian kita terkendala oleh cuaca buruk, namun kita akan terus mengupayakan agar keberadaan Rolan bisa kita temukan,” jelas Sekretaris BPBD Kabupaten Solok,  Soni Sondra, Kamis (8/12).

Sampai saat ini, para petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Pihak BPBD Kabupaten Solok mengerahkan 2 perahu kareet, BPBD Kota Solok 1 perahu karet, Basarnas Padang 2 perahu karet, Polres Solok Kota 1 perahu patroli, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Solok 1 perahu patroli. Total sebanyak 7 buah perahu dikerahkan petugas, selain itu juga dibantu oleh masyarakat dengan menggunakan pencarian secara manual.

Bahkan,  Rabu, 7 Desember 2016  kemaren, pencarian yang dilakukan seharian penuh itu, masih belum membuahkan hasil, ditambah faktor cuaca yang kurang mendukung, menyebabkan pencarian korban semakin sulit, sehingga pencarian dihentikan pada Magrib, dan akan dilanjutkan kembali, ketika cuaca mulai membaik. Meskipun begitu petugas bersama masyarakat masih melakukan pencarian dengan cara manual, tanpa perahu, ketika cuaca membaik pencarian kembali dilanjutkan.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin yang turun ke lokasi bencana dan ikut memimpin pencarian, mengaku ikut prihatin dan bersedih atas musibah tersebut. “Kita tentu berharap dan berdo’a, semoga keberadaan Rolan bisa kita ketahui. Saya ikut prihatin dengan peristiwa ini,” jelas Yulfadri Nurdin, kepada keluarga korban. Rolan pemuda yang tidak lulus pemuda SMP, memutuskan untuk membantu orang tua mencari nafkah sebagi nelayan, sebagaimana mayoritas pekerjaan masyarakatinggir danau.  Namun sampai saat ini, keberadaan Rolan masih menjadi tanda tanya dan misterius bagi masyarakat sekitar (wandy)