Teks Foto : Ketua BNK Padang, H. Emzalmi memasangkan rompi bagi Penggiat yanag anti Narkoba.

BIJAK ONLINE (PADANG) – Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang, H. Emzalmi melantik Penggiat Narkoba yang telah dibentuk di masing-masing kecamatan di kota tersebut. Kali ini baru di dua kecamatan yang dikukuhkan, yakni Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah yang dilangsungkan di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota, Rabu, 7 Desember 2016.

Emzalmi mengatakan, BNK Padang telah menyusun program kerja di 2016. Diantaranya melakukan sosialisasi, penyuluhan, kemudian membentuk Penggiat Narkoba di setiap kecamatan disertai melaunching kampung yang bebas dan bersih dari barang haram tersebut. Upaya semua itu dilakukan BNK, tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, bersama kepolisian terkait penindakan dan rehabilitasi bersama pihak rumah sakit. 

"Hari ini kita mengukuhkan Penggiat Narkoba di Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah. Disamping dikukuhkan mereka juga diberikan sosialisasi berupa pembekalan, penyuluhan, dan pencerahan. Sehingga dengan itu, semua Penggiat Narkoba ini, akan menjadi ujung tombak di kecamatan dan kelurahannya masing-masing. Mulai dari melakukan penyuluhan, tindakan preventif serta melaporkan bagi siapa saja yang melakukan penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya. 

Wakil Walikota Padang tersebut mengatakan, dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba memang pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Sehingga memerlukan keterlibatan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat. Diantaranya tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, alim ulama, ninik mamak dan juga ibu-ibu majelis taklim. 

"Sebagaimana sesuai falsafah minangkabau yang dikenal tri daya atau (tigo tunggu sajarangan dan tali tigo sapilin-red), maka itu yang paling penting. Sehingga keberadaan Penggiat Narkoba ini, akan membuat ruang gerak bagi pengedar, pengguna ataupun bandar narkoba semakin sempit dan sulit. Jadi, tidak ada lagi ruang bagi mereka di Kota Padang ini," sebutnya.

Kemudian tambahnya lagi, terkait Penggiat Narkoba di Kota Padang hingga saat ini baru 3 kecamatan yang telah terbentuk diantaranya Kecamatan Nanggalo, Koto Tangah dan Padang Barat. Selanjutnya akan diikuti kecamatan lainnya, dimana untuk satu kecamatan akan ada satu kampung yang bebas dan bersih narkoba sebagai pilot projek.

“Dalam semua upaya ini, sangat mengharapkan keterlibatan semua unsur. Baik jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan, Ketua LPM, RW dan RT  serta Unsur Muspika di kecamatan. Karena untuk kita ketahui, kasus narkoba di Padang memang cenderung terus meningkat. Dimana pada 2016 sampai November ini telah mendapati hampir 200 kasus, dibandingkan tahun 2015 lalu ada 204 kasus. Berbagai elemen terkena dari penyalahgunaan narkoba namun yang mendominasi umumnya para pengangguran,” pungkasnya. (David)