BIJAK ONLINE (Padang)-Sekitar 1500 hektare areal pertanian  di wailayah di Kampung Panambam Nagari Inderapura Kecamatan Pancug Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terendam banjir, akibat hujan lebat yang turun terus menerus sejak, Kamis, 5 Januari hingga, Jumat, 6 Januari 2017. 

"Banjir di irigasi Batang Panambam, membuat sawah masyarakat terendam banjir," kata mantan Walinagari Muaro Sakai, Ifrizal ketika dihubungi Padangpos.com, Sabtu, 8 Januari 2017.

Menurut Ifrizal, banjir selain merendam sawah, juga merendam kebun jagung, kebun jeruk dan sawit. Bahkan, masyarakat yang sudah membersihkan lahan untuk menanam jagung, terhenti. "Batang Penambam, yang merupakan salah satu alat transfortasi masyarakat untuk membawa hasil panennya, harus direklamasi, karena permukaan sungai lebih tinggi dari areal pertanian," katanya.

Kemudian, setiap hujan lebat terus menerus, areal pertanian masyarakat akan dilanda banjir, sehingga banyak tanaman yang tak tahan banjir mati. "Yang menyedihkannya, masyarakat yang akan panen sawah, gagal panen, karena areal sawah mereka dihondoh banjir," tambahnya.

Khusus banjir yang terjadi sekarang, kata Ifrizal, walinagari, camat termasuk kapolsek Inderapura telah membuat laporan. Bahkan, saat banjir, sudah ada pihak PSDA Kabupaten Pesisr Selatan yang turun bersama dengan Badan Penanggulangi Bencana dari Kbupaten Pessel untuk melihat dan menyaksikan langsung dampak banjir. "Kami juga bermohon pada pak gubernur Sumbar untuk memperjuangkan reklamasi irigasi Batang Penambam," ujarnya. (PRB)

google+

linkedin