SAYA termasuk yang beruntung diundang bersama John Edwar Rhony mengikuti acara penyambutan malam tahun baru 2017 di kediaman Ketua Partai Gerindra Kota Padang, Afrizal SE BAc. Selain mendapatkan tausiyah dari penceramah Alfian Rony, saya dan Jonh Edwar Rony juga mendapat berbagai informasi dari Pidato Politik Afrizal dipenghujung 2016.

Sebagai seorang politisi yang telah punya reputasi dikancah politik, Afrizal memang pandai memanfaatkan moment untuk bertemu kadernya. Selain untuk meningkatkan ukhwah Islamiyah, Afrizal juga memanfaatkan moment pertemuan untuk berbagai informasi, seputar partainya, baik masalah internal, maupun ekternal.

Kepada kader partainya Afrizal menyebutkan, memang tidak semua kader yang diundang. Yang hadir malam ini, kader-kader partai  yang ada dalam pikirannya dan sungguh beruntunglah kader-kader yang ada dalam ingatannya ini.

Yang menariknya, menu yang disiapkan Afrizal, datang dari kader partai untuk berbagi dan peduli dengan partai dan kader partai lainnya. Diantara menu yang disiapak itu, rebus jagung, ayam bakar dan ikan bakar. 

Berbicara politik, Afrizal meminta kadernya untuk menyiapkan diri menghadapi suksesi kepemimpinan di Kota Padang 2018 dan pileg 2019 mendatang. Menurut Afrizal, Partai Gerindra harus mampu memainkan peran dan peranannya di Pilwako Padang. Kekuatan mesin partai harus dimainkan secara maksimal. Targetnya, calon yang diusung Partai Gerindra di Pilwako Padang, harus menang, sebagaimana Pilkada Gubernur Sumbar. 

Khusus untuk calon anggota DPRD Kota Padang, Afrizal menyebutkan akan melakukan seleksi secara ketat dan tidak asal comot saja. Adanya, tingkah laku kader patai Gerindra yang melakukan perbuatan asusila, diakuinya sebagai kelemahan dirinya dalam menyeleksi calon legislatif. Kedepan, setiap calon akan diseleksi secara ketat, sehingga muncul kader yang berkualitas.

Sebagai seorang politisi yang telah matang, Afrizal mengakui adanya kader partai yang dihebohkan berselingkuh dan dituding sebagai Pengkel alias pejahat kelain, memang merusak reputasi Partai Gerindra. Tapi, persoalan itu telah dibahas secara internal partai dan telah ada kesimpulannya. Tunggu sajalah tanggal mainnya, diawal januari ini, mudah-mudahan tuntas.

Kemudian Afrizal meminta kadernya untuk tetap kritis dalam berpartai dan bermasyarakat. Tapi sikap kritis itu, harus didukung fakta dan tidak menabur fitnah. Kritik tanpa didukung fakta, selain berdampak kepada yang mengkritik, juga berdampak negatif pada partai. 

Selanjutnya Afrizal mengingatkan kader partai, agar berhati-hati menyampaikan kritiknya di media sosial. Sebaiknya masalah internal partai diselesaikan di partai. Semoga dan selamat tahun baru 2017. (Penulis Wartawan tabloidbijak dan padangpos.com) 

google+

linkedin