BIJAK ONLINE (Padang)-Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang, I Ketut Budarga berhasil mempertahankan disertasinya tentang “Potensi Asap Cair dari Berbagai Sumber dan Aplikasinya sebagai Pengawet Fillet Ikan Nila” dalam ujian terbuka di Program Pascasajana Universitas Andalas Padang, Kamis, 29 Desember 2016 lalu.

I Ketut Budaraga lulus dengan predikat sangat memuaskan  dan berhak menyandang gelar Doktor. Penguji dalam Sidang Verifikasi Disertasi tersebut,  Prof. DR. Ir. Irfan Suliansyah, M.S., Prof. DR. Armenia, M.S, Apt., DR. Ir. Arlius, M.S., DR. Ir. Yusra, M.S.. sedangkan  Promotor Prof. DR. Ir. Hj. Arnim, M.S., Prof. DR. Ir. Hj. Yetti Marlida, M.S., dan DR. Ir. Usman Bulanim, M.S. 

I Ketut Budaraga (Promovenda) dilahirkan di Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali, 22 Juli 1968 dari pasangan I Nyoman Sumeka (alm) dengan Ni Made Ginarci (almh). Promovenda anak ke-4 dari 6 orang bersaudara. Suami dari Ni Made Dewi Senganan, S.P., menyelesaikan pendidikannya SD Tahun 1981 di Bulian, SMPN I Singaraja Tahun l984, SMA Laboratorium Universitas Udayana (UNUD) Singaraja Tahun l987 dan Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Mataram Tahun l995 dan Program Magister (S2) di IPB Bogor Tahun l998.

I Ketut Budaraga mulai karir tahun l994 bertugas sebagai dosen Kopertis Wilayah X di perbantukan di Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang sampai sekarang lebih kurang 22 tahun.

Disertasi yang ditulis I Ketut Budaraga tentang potensi asap cair dari berbagai sumber dan aplikasinya sebagai pengawet fillet ikan nila mempunyai peluang dan bagus untuk dikembangkan,  karena bahan bakunya mudah didapatkan, seperti tempurung kelapa, sebut kelapa, dan kayu manis. Selama ini masyarakat tani tidak tahu penggunaannya, sehingga dibuang dan dibakar saja. Pada hal bisa dijadikan asap cair dalam rangka memberikan nilai tambah untuk peningkatan pendapatan masyarakat tani, juga sebagai alternative pengganti pengawet ikan, mengatasi pencemaran udara dan mengurangi terjadinya polusi ketika membakar tempurung jadi arang batok.

Dengan kajian berdasarkan teori dan literature terkini, I Ketut Budaraga berupaya mencari cara untuk meningkatkan nilai tambah dari pengelolaan hasil pertanian menjadi asap cair yang ramah lingkungan, dengan tujuan mencari pengawet alternative sebagai pengganti pengawet kimia dengan pengawet alami seperti asap cair. Adanya penemuan pembuatan asap cair selama ini beracun, sekarang tidak lagi dan aman bagi kesehatan konsumen.

Ditinjau dari aspek metodologi, dengan kerangka berfikir “metode ilmiah” I Ketut Budaraga telah melakukan penalaran secara deduktif terhadap berbagai teori dan indikasi yang ada, sehingga dihasilkan hipotesis sebagai jawaban tentative penelitian. I Ketut Budaraga mampu menarik benang merah bahwa asap cair kayu manis bisa digunakan sebagai pengawet ikan dan aman,  khusus pada pembuatan dan pengawetan  fillet ikan nila yang bersifat ramah lingkungan.

Dalam hal biaya penelitian, I Ketut Budaraga mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk diberikan dana melalui skim penelitian hibah strategis Nasional tahun 2010 dan 2011 salah satu menunjang bobot dari disertasinya, disamping itu juga di berikan dana BPPS.  Selain itu disertasi tersebut  telah dipublikasikan melalui 10 Jurnal Internasional, juga memperoleh Paten sederhana Kompor Briket tahan panas dengan No. Paten ID SOO291100924, terakhir kegiatannya aktif menjadi reviewer pada Advancement in Medical Plant Research. (Ka Humas, H. SYARFIFUDDIN, SE, M.HUM)  

google+

linkedin