BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)— Ketua Umum MUI Kota Pariaman, Drs. H. Jauhar Muiz, menegaskan, kalau dirinya sebagai ketua sudah sering mengingatkan sekretaris umum, Drs. H. Firtrison Efendi, supaya membuat undangan kepada semua pengurus untuk membahas Musda, tetapi tidak pernah digubris.

"Otak organisasi itu terletak pada sekretaris dan boleh juga disebut mesin organisasi itu,  ketua hanya memberikan intruksi terhadap apa yang diperlukan organisasi. Kalau mesinnya mati dan sudah distater dan dicas aqinya, tidak mau juga hidup, selaku ketua merasa bingung untuk berbuat apa,” tutur Ketua MUI Kota Pariaman, Jauhar Muiz, ketika dihubungi Taloidbijak.com, menanggapi molor Musda MUI Kota Pariaman lebih kurang 6 tahun.

Menurut Jauhar Muiz, secara pribadi dirinya sudah merasa risih dengan jabatan Ketua MUI Kota Pariaman ini; "Saya  takut dengan penilian masyarakat menganggap saya tidak mau untuk melepaskan jabatan dan untuk apa saya pertahankan jabatan kering dan tidak punya dana operasional sama sekali, kemana pun pergi urusan organisasi selalu memakai uang pribadi," katanya.

Dulu, kata Jauhar, saat Kota Pariaman dipinpim, Mahyuddin, MUI Kota Pariaman, pernah menerima dana hibah satu kali dan setelah itu sampai sekarang tidak pernah ada bantuan dari Pemko Paariaman.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman, Drs. Syofyan Jamal, ketika dikonfirmasi Senin (9/1/2017) mengatakan, barusan telah diadakan pertemuan sesama Pengurus MUI Kota Pariaman dan membicarakan soal Musda, tetapi Syofyan Jamal  mengaku tidak sampai sudah mengikuti rapat tersebut, karena ada keperluan lain.

“Silahkan saja dihubungi Sekretaris Umum Drs. Firtrison Efendi, karena dia hadir dalam pertemuan pengurus tersebut,” ujar Syofyan Jamal.

Sekretaris Umum MUI Kota Pariaman, Drs. H. Firtrison Efendi yang dihubungi melalui pesan inbox facebooknya tidak menjawab sama sekali, alias diam tidak memberikan jawaban sama sekali.
Sementara itu Ketua Komisi Ekonomi, MUI Kota Pariaman, Romis Rusli yang dihubungi secara terpisah mengatakan,  Drs. H. Firtrison Efendi selaku Sekretaris Umum, harus dapat menjelaskan secara terbuka kepada pengurus lain, tentang kendala atau keberatannya untuk membuat undangan Musda tersebut.
“Kalau sibuk, semua oraang sibuk sih, tetapi organisasi tentu tidak boleh dikorbankan yang namanya organisasi kan kumpulan banyak orang, bukan kumpulan ketua dengan sekretaris saja,” kata Romi Rusli.
Lain pula halnya  dengan Sekretaris Komisi Dakwah MUI Kota Pariaman, H. Syafruddin, S.Ag ketika diminta komentarnya mengatakan, pengurus inti Ketua Umum dan Sekretaris Umum, harus melemparkan bola ini kepada komisi-komisi.
“Duduak surang basampik-sampik duduak basamo balapang-lapang, kan baitu istilah urang awak dalam menyelesaikan pekerjaan yang berat,” kata Syafruddin. (amir)

google+

linkedin