Keterangan foto: Pengusaha Kerupuk Merah Jamaluddin dan Dekan Fakultas Pertanian UNES, DR. I Ketut Budaraga diabadikan bersama mahasiswa Praktik Lapangan.

BIJAK ONLINE (Padang)-Sebanyak 8 orang Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang melaksanakan praktik lapangan di Kota Pariaman, melihat dari dekat pengelolaan kerupuk merah, kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang DR. I Ketut Budaraga, M.Si ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/1) kemarin.

Sasaran utama dalam kegiatan praktik lapangan tersebut kata I Ketut Budaraga adalah usaha produksi Kerupuk Merah Juanda milik Jamaluddin, binaan dosen Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang. Kerupuk merah menjadi sajian mulai prasamanan maupun acara seremonial.
Tidak semua orang merasa yakin akan sukses menjalankan bisnis kerupuk seperti yang dibayangkan.

I Ketut Budaraga menyebutkan sukses seseorang tidak ditentukan tingkat jenjang pendidikannya, banyak orang sukses tanpa melalui pendidikan tinggi, menjalankan dengan tekun usahanya seperti Jamaluddin Warga Ampalu Kecamatan Pariaman Utara sukses dalam bisnis kerupuk merah. Kariernya diawali bermodalan pengalaman tanpa mengecam pendidikan, hanya memperoleh ilmu dan bimbingan serta motivasi dari Dosen Fakultas Pertanian UNES,

Jamaluddin diberikan ilmu  produksi pangan dan kelayakan usahanya, buka usaha, pengadaan alat dan mesin, manajemen proses produksi hingga pemasaran serta diimplementasikan, dengan bermodalkan minim tidak menyurutkan niatnya untuk berusaha, saat ini Jamaluddin berhasil dalam bisnisnya usaha kerupuk merah.

Menurut I Ketut Budaraga, kerupuk merah yang diproduksi dan dipasarkan oleh Jamaluddin 2 ton per hari dengan mempekerjakan 5 orang karyawan. Pengolahan kerupuk merah tidak banyak membutuhkan tenaga, karena pekerjaannya pencampuran bahan sampai pengirisan menggunakan mesin dan kendala dalam produksi ini kecil, jika ada produksi gagal dapat diolah kembali dan dicampurkan lagi pada bahan baru. 

Usaha kerupuk kata I Ketut Budaraga, dipengaruhi oleh musim dalam penjemuran, ketika musim hujan biaya produksinya tinggi, omzet penjualan menurun dan sebaliknya. Pemasarannya Padang, Solok, Pasaman, Bukittinggi, 1 karung berat 5 Kg harga bandrol Rp. 240.000,-  sudah dapat untung Rp. 115.000,- per karung.

I Ketut Budaraga mengharap Perguruan Tinggi dapat terus melakukan temuan-temuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat meningkatkan kemajuan dan pendapatan masyarakat. Terkait dengan link and match antara Perguruan Tinggi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), hendaknya teradapat kerjasama yang saling mengisi. Perguruan Tinggi berperan sebagai    
Sumber pembelajaran dan UKM sebagai partner dalam mengembangkan sains dan teknologi.

Peran Perguruan Tinggi bukan pemberi modal tetapi membina manajemen industri kecil dan mendorong kemampuan industri kecil dalam mengakses modal, dan menghitung modal yang dibutuhkan serta menyusun suatu proposal pendananan ke lemdbagap-lembaga pemberi modal. Diharapkan kepada instansi pembina UKM perlu menyadari secara penuh dan dapat terus merangkul, mendampingi dan melatih UKM binaannya, sehingga mampu dan menjadi pilar utama perekonomian. (Ka Humas  H. Syarifuddin, SE, M.Hum)

google+

linkedin