BIJAK ONLINE (Padang)-Pejabat Bupati Kepulauan Mentawai, Drs Syafrizl Ucok MM menyebutkan, penyebrangan antara Kota Padang ke Kecamatan Sikakap sudah lama tidak dilayani dengan kapal cepat, sementara masyarakat Sikakap Pagai Selatan dan Pagai Utara sangat membutuhkan transfortasi laut tersebut.

"Untuk mendukung kapal cepat Mentawai Fast dalam meningkatkan pelayaran kepada masyarakat dalam bidang penyedian modal transfortasi laut yang handal, cepat, nyaman dan cepat, Pemerintah Kepulauan Mentawai telah menandatangani MoU, Desember 2016 lalu," kata Syafrizal Ucok ketika memberikan kata sambutan dalam acara peresmian rute Mentawai Fast Padang-Sikakap, di Dermaga Sikakap, Jumat, 6 Januari 2017.

Menurut Syafrizal Ucok, MoU dimaksudkan untuk memberikan dukungan dana berupa subsidi kepada Mentawai Fast, agar bisa rutin berlayar ke Sikakap untuk mendukung lancarnya ," tersebut telah dianggarkan dalam APBD Mentawai dalam tahun 2017," kata mantan PJ Bupati Dharmasraya ini.

Kemudian, kata Syafrizal Ucok, Mulai, 6 Januari 2017, Mentawai Fast telah melayani rute Padang-Sikakap setaip hari Jumat. "Kalau sebelama ini, Mentawai Fast baru melayani rute Padang-Tua Pejat dan Padang-Siberut satu kali dalam satu minggu," kata Ketua STII Sumbar ini.

Secara keseluruhan, kata Syafrizal Ucok, penyebrangan Padang-Sikakap melayani masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sikakap, Kecamatan Pagai Selatan dan Pagai Utara. "Potensi di tiga kecamatan ini adalah dibidang parawisata terkenal dengan objek wisata selancar, salah satu diantaranya Wakaronis di Desa Silabu," kata mantan Wakil Bupati Pessel ini.

Tiga kecamatan ini, lanjut Syafrizal Ucok, juga terkenal dengan potensi perikanan, yakni daerah pusat pembenihan ikan gharafu di Sikakap. "Jumlah penduduk di Sikakap berdasarkan data BPS 2015, jumlah penduduknya sekitar 10 ribu jiwa, Kecamatan Pagai Selatan, 10 ribu jiwa dan Pagai Utara sekitar 6 ribu jiwa," tambah Ketua PBSI Sumbar ini.

Sedangkan di Pagai Selatan, terdapat perusahaan kayu, yakni PT Minas Pagai Lumber yang teah beroperasi dari tahun 1970-an. "Sampai saat ini PT MPL masih beroperasi," tambah Ketua FKPPI Sumbar ini. (PRB)

google+

linkedin