BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Yayasan Rumah Sakit Ibnu Sina Padang, DR Zainul Daulay, SH membantah adanya teror bom, yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Sabtu, 31 Desember 2016.

"Saya sekarag lagi menuju lokasi dan nanti hubungi saya lagi sekitar 15 menit," kata Dr Zainul Daulay ketika dihuungi Tabloid Bijak melalui selulernya.

Kemudian ketika dihubungi lagi, Zainul Daulay membantah adanya teror bom. "Saya dilokasi memang sengaja tak muncul karena banyak wartawan dan saya takut informasinya simpang siur dan salah ditafsirkan," kata alumni Thawalib Padang Panjang ini.

Menurut Zainul, yang jelas semua aktifitas di rumah sakit berjalan sebagaimana biasanya dan pasien tidak terganggu dan aman-aman saja," kata dekan fakultas hukum Unand Padang.

Kemudian, kata Zainul, dirinya juga melihat datangnya pihak Gegana dari Polda Sumbar. "Apa hasilnya saya belum tahu dan sebaiknya ditanyakan saja langsung sama pihak kepolisian," kata mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia ini.

Sementara pada pukul 20.00 WIB, Tim Gegana Brimob Polda Sumbar terlihat  melakukan penyisiran dilokasi yang disebut-sebut ada bom dan ledakan. Hingga berita ini diturunkan, memang ada keterangan resmi dari Tim Gegana. 

Tim Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Barat berhasil menangani sebuah bom yang ditemukan angota satpam di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang.

Kemudian, bom berhasil diamankan sekitar pukul 20.00 WIB oleh polisi dengan cara diledakkan di lokasi parkir rumah sakit. "Ada letupan kecil yang terdengar," kata Camat Padang Timur Edityawarman, di Padang, Sabtu (31/12/2016).

Setelah berhasil mengamankan bom tersebut, katanya, petugas kepolisian juga menyisir rumah sakit tersebut. 

Bom tersebut awalnya ditemukan oleh petugas keamanan rumah sakit bernama Fadly, dilorong poli klinik rumah sakit. "Saya menemukan benda itu yang terbungkus kotak putih dengan bentuk yang agak aneh," katanya.

Ia mencoba mendekati benda tersebut untuk memperhatikan lebih dekat, benda itu kemudian terlihat kabel listrik yang tersambung dengan pengatur waktu.

"Posisi kabelnya berada di atas kotak. Setelah itu saya memberanikan diri membawa barang itu menuju lapangan parkir," katanya.

Pihak rumah sakit yang mengetahui kejadian itu akhirnya langsung menghubungi pihak kepolisan, tak lama berselang petugas datang dan mengamankan barang tersebut.


Namun, setelah bom diamankan, dan seluruh gedung disisir, keadaan berangsur normal kembali. Kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. (PRB/IL.com)/

google+

linkedin