BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)--- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Pariaman Buya H. Syofyan M. Tuanku, Islam yang belakangan ini menjadi sorotan membutuhkan Silaturrahmi yang kuat bagi pengurus MUI. Para pengurus MUI perlu bertatap muka, bermusyawarah untuk memutuskan fatwa yang dibutuhkan umat. 

Buya H. Syofyan M. Tuanku Bandaro menyampaikan hal itu pada silaturrahmi perdana kepengurusan MUI Padang Pariaman periode 2015-2020, Selasa (31/1/2017)  di Pondok  Pesantren Miftahul Huda, Tandikek Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman.  

Menurut Syofyan,  kondisi masyarakat yang makin rumit dengan berbagai masalahnya, sangat membutuhkan kehadiran ulama yang menyejukkan suasana kehidupan beragama.

Syofyan mengaku, dirinya terpilih  menjadi Ketua MUI Padangpariaman ibarat menyelamatkan bola daripada awut (keluar lapangan). Dari awal, dirinya tidak ada niat untuk menjabat MUI Padangpariaman ini.

“Untuk itu, para pengurus MUI dan masyarakat Padangpariaman hendaknya juga turut membantu program kerja MUI Padangpariaman,” kata Syofan yang juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tandikek.

Dikatakan Syofyan, ibarat roda kendaraan berputar. Jangan dikira hanya roda saja yang bergerak, akan tetapi onderdil kendaraan lainnya juga bergerak. Sehingga kendaraan tersebut baru bisa jalan. Begitu pula dengan MUI, tidak bisa jalan hanya ketua sendiri, tapi perlu bantuan pengurus dan pihak lainnya. 

Sekretaris MUI Padangpariaman Fauzan Ahmad Tuanku Malin Kayo Sinaro menambahkan, susunan pengurus MUI Padangpariaman yang sudah disahkan melalui SK MUI Sumatera Barat.  Sedangkan komisi-komisi disusun dan disahkan oleh pengurus MUI Padangpariaman yang di-SK-kan MUI Sumatera Barat. 

Dari komposisi keseluruhan pengurus MUI Padangpariaman tersebut, terlihat beragam. Baik dari sisi usia, ulama sepuh, kader-kader muda ulama yang menempuh pendidikan di pondok pesantren dan tamatan perguruan tinggi. Termasuk latar belakang, pengalaman dan profesi dari pengurus MUI Padangpariaman periode 2015-2020. “Kita berharap MUI Padangpariaman dapat berbuat untuk umat,” kata Fauzan.

Terkait dengan pelantikan, kata Fauzan, rapat memutuskan akan dilaksanakan 4 Maret 2017 mendatang. Namun sebelum pelantikan, MUI Padangpariaman akan bersilaturrahmi dengan Bupati Padangpariaman untuk menyampaikan susunan Pengurus MUI Padangpariaman berdasarkan SK dari MUI Sumatera Barat.

Pertemuan MUI Padangpariaman ini juga berhasil membentuk Panitia Pelantikan Pengurus MUI Padangpariaman periode 2015-2020 yang diketuai H. Ali Idris dan Sekretaris H. Faisal Dt.Mantari Ameh. 

Pertemuan juga diselingi dengan doa syukuran jamaah yasinan Pondok Pesantren Miftahul Huda. Jamaah yasinan yang setiap petang Jumat berlangsung di pesantren ini. (at/amir)

google+

linkedin