BIJAK ONLINE (Padang)-General Manager (GM) Perusahan Listrik Nasional, WIlayah Sumatera Barat, Bambang Yusuf mengakui, istilah Arus Pendek bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran, rumah dan pertokoan. Istilah Arus Pendek sudah sangat populer ditengah masyarakat.

"Sebenarnya, istilah harus pendek itu, sama dengan korsleting yang terjadi akibat hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil, sehingga mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar dan bila tidak diatur dengan baik bisa membuat kondisi ledakan yang ujungnya terjadi kebakaran," kata GM PLN Wilayah SUmatera Barat, ketika berbincang-bincang dengan Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Kamis, 2 Februari, dikantornya.

Kemudian, istilah arus pendek ini, kata Bambang, selalu menjadi "kambing hitam" setiap terjadi kebakaran, baik kebakaran rumah atau pusat perbelanjaan atau toko. "Secara ilmiah, penyebab terjadinya arus pendek ini, lebih karena kesalahan masyarakat atau pelanggan PLN," katanya.

Kini, kata Bambang lagi, PLN sebagai pemasok listrik sudah memperhitungkan tingkat keamanan dan kenyamanan pelanggan dengan mengalirkan arus listrik dengan pengaman Saklar yang dipasang dekat meteran. "Saklar itu  adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian listrik tertutup. Berbagai jenis saklar tersedia sesuai dengan fungsi, jenis dan cara pemasangannya," katanya.

Selanjutnya,  kata Bambang, masalah pemasangan instalasi PLN, ada standarnya yang disebutkan SLO atau Sertifikat Laik Operasi yang dikeluarkan oleh KONSUIL. "Tujuannya, agar Konsul melakukan standarisasi keamanan dan kualitas dari instalasi listrik yang terpasang sehingga dipastikan bahwa penggunaan instalasi listrik tersebut sudah dikerjakan oleh tenaga profesional yang ahli di bidang instalasi listrik dan memenuhi standar penggunaan bahan – bahan yang ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) serta diperiksa standar pemasangannya sehingga segala bentuk bahaya dari listrik telah diminimalkan, sehingga masyarakat sebagai pengguna pun mendapatkan rasa aman dan nyaman terhadap penggunaan instalasi listrik yang terpasang," ujarnya, sembari menambahkan, tugas PLN memasukan listrik hanya sebatas meteran yang diamankan dengan saklar..

Untuk menghindari agar jangan sampai listrik menjadi penyebab kabakaran, kata Bambang, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh masyarakat, seperti jangan biarkan stop kontak menumpuk pada satu sumber listrik (sekering), sesuaikan dengan daya sambung, jangan pernah lebihkan atau dikurangi.

Kemudian, periksa setiap kabel listrik yang terkelupas atau terbuka. Karena itu sangat berbahaya bila terkena benda cair, dan langsung perbaiki atau ganti. Berbahaya juga jika kedua kabel tersebut saling bergesekan."Jauhkan listrik dari jangkauan anak-anak dari saklar atau stop kontak, karena anak-anak memegang listrik tanpa mengetahui akibatnya. Lebih baik anda menjaga-jaganya lebih jauh sebelumnya," uajr Bambang lagi.

Selanjutnya, biasakan mengunakan material listrik seperti kabel atau stop kontak dan steker yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel resmi. Jangan melihat dari murahnya harga barang tersebut tetapi tidak tahan panas dan mudah meledak, tetapi carilah yang memang bisa menjaga kekuatan sumber arus listrik pada barang tersebut dan terjamin."Belajarlah memperhatikan lingkungan sekitar anda yang berdekatan aliran listrik atau kabel-kabel yang mendekati dan menyentuh jaringan listrik dan jangan pernah coba-coba menyantol listrik dari aliran yang salah dan mengutakatik kWh bila tidak paham juga yang paling sering terjadi jangan coba mencuri aliran listrik secara tidak sah karena berakibat sangat fatal," katanya mengakiri wawancara. (PRB

google+

linkedin