Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya, menyerahkan pengharagaan kepada VP. General Secretary Danone Indonesia, Leila Djafaar di Surabaya, Selasa (28/2), yang juga disaksikan oleh Wakil PresidenRepublik Indonesia H, Muhammad Jusuf Kalla.

BIJAK ONLINE (Surabaya)-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada hari Selasa (28/2), menyerahkan Penghargaan Kinerja Produsen Dalam Pengurangan Sampah kepada AQUA Grup atas usaha produsen Air Minuman Dalam Kemasan (AMDK) ini dalam mengelola sampah kemasan. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar kepada VP. General Secretary Danone Indonesia, Leila Djafaar di Surabaya. Penyerahan penghargaan ini juga disaksikan oleh Wakil PresidenRepublik Indonesia H, Muhammad Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  memilih 13 perusahaan manufaktur dan ritel yang dianggap telah bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan sampah. Seleksi 13 perusahaan ini kemudian dibagi berdasarkan dua kategori penghargaan, yaitu kinerja perusahaan dan inisiatif perusahaan. Proses seleksi tahapan mulai dari pengisian kuesioner, verifikasi dokumen, tinjauan lapangan dan presentasi akhir. 

Penghargaan untuk perusahaan dalam mengelola sampah dari KLHK  ini merupakan kali kedua untuk AQUA Grup. Pada tahun 2016, AQUA Grup menerima peghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas inisiatifnya dalam mengelola sampah kemasan. Tahun ini, AQUA Grup termasuk dalam dua perusahaan yang terpilih yang dinilai memiliki Kinerja sebagai Produsen dalam Pengelolaan Sampah. AQUA Grup terpilih dalam proses akhir karena penambahan titik lokasi pengumpulan sampah. Setelah mengelola tiga Recycling Business Unit (RBU) di Tangerang Selatan, Balidan Bandung, 

AQUA Grup bekerja sama dengan beberapa pihak membangun jaringan untuk pengambilan sampah PET. Jaringan ini melibatkan bank sampah dan lapak di Kota Bogor dan Jakarta. “Alhamdulillah awal tahun ini Aqua kembali mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI,” jelas Divisi Corporate Communication PT Tirta Investama (AQUA) pusat, Michael Liemena, melalui rilisnya, Rabu Siang, 1 Maret 2017. 

Sementara itu, VP. General Secretary Danone Indonesia (Aqua Grup),  Leila Djafaar mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah mendorong dan men dukung pihak swasta untuk terus berinovasi dalam mengelola sampah kemasannya. “Kami mengucapkan terimakasih kepada KLHK yang telah memberikan penghargaan ini sehingga mendorong  kami untuk terus berinovasi dan mencari cara dalam mengelola sampah kemasan kami. Dengan kerjasama yang kuat dari para pemangku kepentingan, maka akan terwujud Indonesia Bersih Sampah 2020,” jelas Leila.

Masih dalam rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017, pekan lalu AQUA Grup bekerja sama dengan berbagai pihak meluncurkan drop box sampah kemasan air minum (khususnya berbahan polyethylene terephthalate/PET) di Bali. Program Drop Box Sampah Kemasan ini merupakan upaya pengurangan sampah kemasan sebagai bagian dari Program Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menuju Indonesia BersihSampah 2020 dan juga sebagai upaya mengedukasi masyarakat. Adapun sampah kemasan yang terkumpul di drop box nantinya akan diambil oleh pengusaha daur ulang yang bermitra dengan AQUA Grup untuk diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat. 

Menurut Leila, sebagai warga korporasi yang bertanggungjawab, AQUA Grup berkomitmen mengelola sampah kemasan produknya. “Berbagai inovasi kami kembangkan untuk mengurangi sampah botol produk seperti optimasi bobot kemasan, penanganan, penggunaan kembali dan daur ulang sampah kemasan yang diimplementasikan di 19 pabrik kami serta RBU di Tangerang Selatan, Bandung serta Bali.” jelasnya. AQUA Grup secara bertahap melakukan inovasi desain untuk mengurangi bobot kemasan dalam upayanya untuk mengurangi timbulan sampah. Selain itu, AQUA Grup juga menghilangkan segel plastik dalam semua kemasan produk AQUA dan Mizone.

Galon AQUA kosong dari pelanggan dicuci dan disterilkan untuk digunakan kembali. Galon yang sudah tidak memenuhi standar dihancurkan dan kemudian diolah kembali menjadi galon baru. “Seluruh inovasi ini kami lakukan dengan tetapm empertahankan kualitas dan higienitas produk untuk memastikan kenyamanan konsumen dan memenuhi standar keamanan pangan di Indonesia,” jelas Leila.  Selain inovasi produk, AQUA Grup juga mengembangkan Recycling Business Unit (RBU) yang terletak di Tangerang Selatan. 

RBU ini merupakan model sosial bisnis daur ulang kemasan plastik dimana sebanyak 44 orang bekerja mengelola botol kemasan menjadi cacahan yang kemudian menjadi bahan baku untuk barang kreatif seperti kaos dan produk plastik lainnya. “RBU yang kami kelola memberikan jaminan kesehatan melalui program BPJS kepada setiap pegawainya. Pegawai yang di RBU, 75% adalah mantan pemulung dan 75%  adalah perempuan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses kesehatan,” jelas Leila (wandy)

google+

linkedin