Berita duka yang disampaikan pemilik Mingguan Editor, Rhian D'Kincai sekitar pukul 01.25 WIB dinihari, tentang berpulangnya Bang Edi Dasri,-- begitu saya memanggil,-- kerahmatullah, sungguh menggetarkan sukma. Kenapa tidak? Karena Bang Edi Dasril saya kenal banyak membimbing para wartawan di Kota Padang. Meskipun secara profesi Bang Edi Dasril tak fokus di dunia jurnalistik, tetapi almarhum pernah menjadi Kepala Biro Harian Medan Pos, yang sempat membuat Ranah Minang buncah dengan pemberitaannya yang membela mantan Kanwil PU, Sabri Zakaria yang dituduh berselingkuh. 

Bagi almarhum Bang Edi Dasril, dunia wartawan digelutinya sebagai profesi sampingan untuk bisa bersendagurau dan saling berbagai ilmu  dengan kalangan wartawan muda, yang setiap hari mangkal dan berkumpul di rumahnya, yang  waktu itu di jalan karet, Kecamatan Padang Barat. Bahkan, Bang Edi Dasril pulalah yang jadi promotor wartawan yang pakai baju loreng, karena jadi wartawan Korem 032 Wirabraja.

Tapi sejak kepergian istrinya, yang kami panggil tante, almarhum bang Edi Dasril, lebih banyak berada dikampungnya Pariaman. Bahkan tempat hiburan yang terkenal dengan nama Cafe Luki, tak lagi diurusnya. 

Saya termasuk wartawan yang sering mendapat masukan dari Edi Dasril tentang berita. Katanya, membuat berita jangan terlalu karehlah. Objek berita yang diberitakan juga teman bagi kita. Bahkan, sebulan yang lalu, bang Edi Dasril mengimbox saya, mengajak main ke kampungnya, setelah keluar dari rumah sakit. Sangking akrabnya saya dengan bang Edi Dasril, almarhum selalu setiap inbox dengan nada Minang. "Waang lah sombong bana kini mah, lah lupo jo abang" celetuknya di inbox. 

Kini, abang yang sering menegur dan mengingat itu telah tiada untuk selamanya. Tak banyak yang bisa saya katakan, selain meminta maaf pada ketiga anaknya yang kebetulan ketiganya laki-laki. Semoga saja ketiga anaknya menerima permintaan maaf saya, kepada papanya tercinta. Selamat jalan Bang Edi Dasril, semoga jasamu selalu dikenang oleh rekan-rekan wartawan yang mangkal di jalan Karet. Semoga juga perjalanan abang menghadap sang Khaliq mendapat tempat yang layak disisi-Nya. (penulis waratwan tabloid bijak)

google+

linkedin