BIJAK ONLINE (Pasaman)-Tahun ini, Kabupaten Pasaman dapat bantuan  stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak 249 unit dari Kementerian Peerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Bantuan stimulan yang diluncurkan pemerintah pusat itu sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ada didaerah.

"Bantuan  stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak 249 unit itu akan dilaksanakan di dua kenagarian yakni, Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol, dan Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup PRKP (Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman) Kabupaten Pasaman, Silvia Efayanti melalui Kepala  Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan, Jhonneri kepadapada Bijak Online di Lubuk Sikaping, Jum'at, 3 Maret 2017. 

Menurut Jhonneri, untuk Nagari Koto Kaciak kecamatan Bonjol, bantuan  stimulan perumahan swadaya sebanyak 149 unit, sedangkan Nagari Cubadak kecamatan Duo Koto sebanyak 100 unit. "Ya, tahun ini baru dua kenagarian di Pasaman yang mendapat bantuan stimulan dari kementerian PU PR," katanya.

Kemudian, katanya, sebanyak 249 warga di dua kenagarian Pasaman yang mendapatkan bantuan stimulan itu datanya sudah ada, baik nama dan alamatnya."Data penerima stimulan itu sudah ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat, sesuai hasil pendataan rumah tidak layak huni tahun 2016 yang dilakukan di setiap daerah," katanya.

Untuk Pasaman, rumah tidak layak huni yang sudah terdata pada tahun 2016 lalu terdapat sebanyak 2.340 unit yang masih tidak layak huni.

Jonneri menyebutkan, bantuan  stimulan perumahan swadaya itu anggarannya sekitar Rp 15 juta per unit. "Bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat penerima nantinya berupa bantuan bahan/material. "Dan itu sudah melalui mekanisme yang sudah diatur oleh pemerintah pusat," terang Jonneri.

Dia menambahkan, untuk mencocokkan data bantuan stimulan tersebut agar sesuai dengan keputusan Direktur Pengadaan Rumah Kementerian PU PR itu , nantinya pihak fasilitator di daerah kembali akan melakukan klarifikasi kelapangan.

"Saat ini kita tengah menunggu pengangkatan fasilitator lapangan yang dilaksanakan oleh SNPT Pengadaan perumahan. Setelah fasilitator lapangan untuk daerah Pasaman ditunjuk, maka akan segera dilakukan klarifikasi kelapangan," ujarnya.

Terkait bantuan stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu, kata Jonneri pelaksanaannya diperkirakan akan berjalan pada bulan April 2017 mendatang." Dengan adanya dana stimulan dari pemerintah pusat itu, kedepan diharapkan dapat memancing swadaya dari masyarakat, dan hasil yang maksimal," ujarnya lagi. 

Di Tempat terpisah Wabup Pasaman Atos Pratama mengatakan  pada Bijak Online, semoga program perumahan yang akan berjalan ini  tak ada kendala di lapangan, tepat sasaran sehingga Tahun  2018 Kabupaten Pasaman menjadi perhatian dari kementrian PU PR.(Fauzan)

google+

linkedin