BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Wali Kota Pariaman, Drs. H.Mukhlis Rahman, MM mengatakan, dengan adanya tambahan Tank dan Meriam Tembak ini, menambah historis sejarah Kota Pariaman yang merupakan Pangkalan AL pertama di sumatera dan Kota Pariaman sebagai Benteng Pertahanan dari Agresi Meliter II Belanda yang ingin kembali menguasai indonesia di tahun 1948-1949.

Hal itu disampaikan Mukhlis Rahman, pada pelepasan Kirab dari Balaikota Pariaman menuju Muaro Pariaman diikuti Pasukan Marinir TNI AL Lantamal II Padang, Unsur TNI dan SOPD Pemko Pariaman, Unsur Pemuda, Para siswa-siswi SD-SMA se Kota Pariaman dengan penampilan Marching Band dan atraksi lainnya, Minggu (5/3/2017).

Dikatakan, adanya Monumen TNI AL Kota Pariaman ini, akan menjadi magnet tersendiri bagi wisata Pariaman sekaligus edukasi bertema sejarah, ditambah letaknya yang tepat berada di tepi laut, ujarnya.

Alutsista dan monument ini perlu perawatan khusus agar terhindar dari karat. Wako mengimbau semua pihak menjaga keberadaan monumen tersebut.

“Ke depan kita akan membuatkan aturan tersendiri bagi pengunjung yang masuk dan berfoto di Monumen ini, dan juga kita akan memperlebar kawasan monument TNI AL Kota Pariaman ini, untuk memudahkan akses keluar masuk bagi wisatawan nantinya,” tutup Mukhlis

Monumen ini diharapkan juga dapat menambah ilmu bagi generasi yang akan datang bahwa Kota Pariaman adalah Kota yang diperhitungkan karena gerbang masuknya agresi bangsa lain yang akan menyerbu pulau Sumatera, pungkas wako.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi  Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar,  melepas Kirab Purna Tugas Tank Amphibi Marinir PT 76 dan Meriam Tembak  menambah keindahan Monumen TNI AL Kota Pariaman,  akan diresmikan  KSAL TNI Ade Supandi Rabu, 8 Maret 2017.

Wako menceritakan, pada masa perjuangan kemerdekaan dan Agresi Belanda, Kota Pariaman merupakan salah satu Markas Besar TNI AL di Pesisir Pulau Sumatera.


Dalam keterangan dari Perwira Lantamal II Padang Kolonel Nanang yang memimpin pasukan dan purna tugas Tank dan meriam tembak ini mengatakan bahwa Tank Amphibi PT 76 ini adalah Tank buatan Uni Soviet yang telah banyak membantu mempertahankan NKRI dari perpecahan. Mulai dari Operasi Trikora di Papua dan Operasi Seroja di Timur-Timur, jelasnya.

“Di samping Tank Amfibi, Pemerintah Kota Pariaman juga menerima hibah dari TNI AL, berupa  satu unit Meriam Howikzer M30 122 dan Meriam Kapal Experi KRI Teluk Tomini 508 untuk mendampingi Monumen Perjuangan TNI AL Kota Pariaman,” ulasnya.

Hadir Ketua Dprd Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, dan Wakil Ketua John Edward dan Syafinal Akbar, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Endro Nurbantoro, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Ketua PKK Ny.Reni Mukhlis, Ketua GOW Ny. Lucy Genius, Ketua Persit Dwi Putranti, Kepala SOPD, Kabag, Camat dan masyarakat Pariaman
menyaksikan kirab ini sampai di Muaro Pariaman. (J/amir)

google+

linkedin