BIJAK ONLINE (Padang)-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat, Priadi Syukur menghimbau semua pimpinan cabor dalam memilih dan menyeleksi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi multi event, jangan berdasarkan kepentingan pribadi pelatih, pengurus cabor, tapi harus profesional dan fair.

"Saya punya pengalaman di PPLP, si atlet yang tidak dipilih pelatih, ternyata mendapat medali emas di daerah lain dan akhirnya ya pelatihnya yang saya copot dari jabatannya," kata Kadispora Sumbar, Priadi Syukur ketika menerima kedatangan atlet angkat berat Family Barbell Club Sumbar, Sandra Diana Sari bersama pelatihnya, Suluhmi Harefa yang akan mengikuti seleknas PABBSI, di GOR Jalak Harupat Soereang, Jawa Barat, 15-18 Maret 2017 mendatang.

Menurut Priadi Syukur, khusus atlet cabang olahraga terukur, seperti atletik, angkat besi, dan renang, seharusnya dalam menentukan siapa atlet yang akan disiapkan untuk Porwil dan PON harus melalui seleksi yang profesional. "Kedepan, kita berharap di Porwil Bengkulu dan PON Papua, jangan sampai terjadi lagi persoalan tidak fair dan profesional dalam memilih dan menentukan atlet yang akan memperkuat kontingen Sumbar," kata mantan Plt Walikota Payakumbuh ini.

Kemudian, kata Priadi Syukur, hendaknya pimpinan cabor, baik pengprov, maupun pengcab membina klub-klub sebagai gudang atlet. "Binalah klub dan ciptakan kompetisi diantara klub, dengan tujuan menjaring atlet terbaik dan berkualitas dan kemudian, baru dilakukan pembinaan oleh pengprov dan KONI, dalam pemusatan latihan," ujarnya.

Klub, kata Priadi Syukur, harus menjadi unjung tombak dalam menjaring atlet. "Yang punya atlet itu kan klub, bukan pengcab dan KONI," tegasnya. (PRB)

google+

linkedin