SANDRA Diana Sari, termasuk anak bangsa yang tak bisa menyelesaikan sekolahnya. Kenapa? Karena orangtua laki-lakinya yang bernama Amir Sampuraga telah meninggal dunia, dan sementara Sandra beradik kakak lima orang. Jadi Sandra tak melanjutkan pendidikan lebih karena tiada biaya untuk bersekolah.

Sejak orang tuanya Amir Sampuraga tiada, Sandra terpaksalah bekerja di rumah makan teman orangtuanya Pak Ujang, yang berjualan nasi ampera di Pasar Raya. Selesai bekerja sekitar pukul 17.00 WIB, Sandra istirahat dua jam dan langsung saja berlatih di Family Barbell Club, hingga pukul 22.00 WIB. Begitulah keseharian Sandra untuk berbhakti kepada orang tua dan meniti kareir di dunia angkat berat.

Sandra berlatih angkat berat sejak sekolah dasar dan melanjutkan sekolah sampai SMP, dan pendidikannya terhenti karena tak punya dana. Bagi Sandra dunia angkat berat sudah menjadi pilihan hidupnya dan bercita-cita ingin menjadi juara duani. 

Selama menjadi atlet angkat berat, Sandra telah berhasil mengumpulkan 16 medali emas yang diraihnya di Kejurnas PABBSI di Bekasi dan Porprov Sumbar. Kemudian, setiap mendapat bonus, selalu diserahkankannya kepada orangtua perempuannya, yang tak punya pekerjaan dan hanya membesarkan adik-adiknya.

Arah prestasi yang dicita-citakan, sudah menampakan titik terang, karena Sandra, 13 Maret 2017 mendatang akan bertolak ke Soreang Jawa Barat untuk mengikuti Seleksi Nasional PABBSI yang lagi menjaring atlet berbakat dan potensial untuk disiapkan mengikuti kejuaraan dunia, di Jepang.

Kecerian terlihat dari wajah Sandra sekembali diterima Gubernur Sumatera Barat, di rumah dinasnya. "Saya tak menyangka bisa bertemu pak gubernur, dan ternyata pak gubernurnya baik dan peduli atlet dan olahraga," kata Sandra.

Menurut Sandra, keikutsertaannya di seleknas, lebih untuk menggapai prestasi untuk sebuah keberhasilan. "Kalau saya dapat bonus, akan saya berikan kepada orang tua, agar orangtua saya bahagia," kata cewek berpenampilan sederhana dan pendiam ini.

Sandra juga mengucapkan terima kasih kepada Rosman Muchtar salah seorang penguasa real estet yang berkunjung saat dirinya berlatih, serta memberikan bantuan telor dan suplemen. (PRB) 



google+

linkedin