Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Solok, Yetty Aswaty Garende yang didampingi Walinagari Koto Gadang Guguk, Adri, menyerahkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran yang terjadi di Bolai Kota Gadang Guguk, Sabtu dini hari (4/3)

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Untuk tidak bisa diraih malang tidak bisa ditolak. Setidak-tidaknya itulah ungkapan yang bisa diibaratkan kepada keluarga Tek Ana (50), warga jorong dusun Bolai, Jorong Pasa Baru, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecematan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Rumah miliknya, Sabtu dinihari (4/3), habis dilalap sijago merah atau sigulambai. Kebakaran yang menimpa rumah Tek Ana, terjadi sekitar jam 02.30 WIB Sabtu dini hari. Pada waktu kejadian, penghuni rumah sedang terlelap tidur.

Informasi yang berhasil dihimpun, di TKP disebutkan dugaan sementara, sumber api, berasal dari kompor yang masih menyala di dapur. “Penghuninya tidak tau persis dari mana sumber api berasal sebab waktu kejadian, para penghuni sedang tertidur nyenyak, namun mungkin api berasal dari kompor yang lupa mematikan, sebab pemilik rumah biasanya memasak barang dagangannya untuk dijual di pasar,” jelas Walinagari Koto Gadang Guguk, Adri yang melihat langsung kejadian di TKP. 

Rumah Semi permanen milik Tek Ana, ditempati oleh anak dan menantunya Ampang dan Sita. Sementara Tek Ana tinggal disebelahnya juga tidak jauh dari TKP. Sayangnya, para penghuni panik dan lupa menghubungi pihak Damkar Kabupaten Solok. “Waktu kejadian, tidak banyak warga yang tahu, pas rumah mau habis, baru warga berdatangan karena dikejutkan oleh hiruk pikuk kendaraan Damkar yang didatangkan tiga unit dari Arosuka,” terang Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok, Eva Bahri, melalui saluran telepon, karena yang bersangkutan sedang menghadiri HUT Satpol PP ke-68 di Kupang, Nustengggara Timur, Sabtu pagi. 

Ditambahkannya, peristiwa kebakaran terjadi sekitar jam 02.30, sementara Damkar dihubungi jam 0.3.00 WIB, sehingga rumah milik Tek Ana yang semi permanen dan bahan bangunannya mayoritas terbuat dari kayu sehingga dengan sekejap ludes dimakan api. 

Beruntung dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak sampai merenguk korban jiwa. Namun menurut Tek Ana, semua isi rumah tidak bisa diselamatkan termasuk empat buah kendaraan jenis honda. Kerugian akibab lebakaran ini ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih. Usai kebakaran, bantuan mulai berdatangan dari warga sekitar, termasuk dari Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Solok, yang langsung diserahkan oleh anggota DPRD Kabupaten Solok, Yetty Aswaty Garende kepada korban Tek Ana dengan didampingi Walinagari Adri dan staf pemerintahan nagari Koto Gadang Guguk. Tidak berapa lama kemudian, datang bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Solok (wandy) 

google+

linkedin