BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Aliansi Junalis Olahraga Sumatera Barat, Ridho Sarlito sengaja mengajak anggota DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Maesa untuk berdiskusi dengan praktisi dan pecinta  sepakbola untuk membahas kondisi PSP Padang yang telah menguras dana APBD tapi minim prestasi, di Restoran UJ jalan By Pass, Kuranji Kota Padang, Minggu, 16 April 2017.

"Ide diskusi ini berawal dari share di media sosial face book yang mendapat berbagai respon dari para febuker yang kebetulan mencintai PSP Padang, serta peduli dengan PSP," kata Ridho Sarlito kepada Tabloid Bijak.

Menurut Ridho, diskusi kecil-kecilan ini lebih untuk menyerap aspirasi praktisi sepakbola dan pecinta sepakbola tentang kondisi PSP dulu dan kini. "Kini, kondisi PSP Padang sudah bisa dikatakan sekarat, sementara PSP Padang menguras dana APBD Padang puluhan miliar, tapi minim prestasi," kata wartawan Mingguan Sumbar Pos ini.

Sementara diskusi yang dituntun Mai Irwansyah dari Sekolah Sepak Bola Putra Ranah Minang, berlangsung "panas" karena masing peserta mengeluarkan unek-uneknya tentang kepengurusan PSP Padang sekarang.

Boy Gaek misalnya, di PSP Padang itu harus dilakukan revolusi. Alasanya, karena orang-oarang yang jadi pengurus PSP perlu dipertanyakan niatnya menjadi pengurus. "Saya nilai pengurus PSP itu lebih mementingkan dirinya dari pada pemain dan saya kaget melihat anggaran biaya untuk pengurus PSP yang dapat honor setiap bulan dan nilainya jauh berbeda antara pengurus dengan pemain," katanya.

Perlu diketahui, kata Boy Gaek, kondisi PSP Padang sekarang berbeda dengan dulu. "Kalau dulu PSP Padang itu perserikatan membawahi klub-klub  sepak bola yang ada di Kota Padang, tapi kini posisinya sama dengan klub sepakola lainnya, seperti klub Taruna," tegasnya, sembari menambahkan, kalau PSP Padang dapat dukungan dana dari APBD Kota Padang, klub-klub lainnya juga harus dapat, karena dana APBD itu dana rakyat.

Sedangkan anggota DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa menjelaskan, persoalan PSP Padang ini menarik juga dibahas. "Kenapa? Karena PSP Padang setiap tahunnya dapat dana Rp 2 dan sampai Rp 3,5 miliar dan saya punya data dan catatannya," kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Menurut Maidestral Hari Mahesa, dirinya akan bahas masalah PSP Padang ini dengan rekan-rekan di DPRD Padang. "Jujur, di DPRD Padang itu, ada yang peduli PSP dan ada pula yang tak mau tahu dengan PSP, serta pura-pura tak peduli PSP," katanya sembari menambahkan, masih ada juga anggota dewan yang tidak mengerti dengan kondisi PSP kini.

Kemudian, diskusi yang dituntun Mai Irwansyah menyimpulkan diskusi, dengan tiga point. Yang pertama, agar persoalan PSP Padang dibahas di DPRD Padang. Yang kedua, harus dilakukan revolusi kepengurusan PSP Padang. Yang ketiga, agar pertanggungjawabab dana PSP Padang harus diaudit dengan konsultan independen.

Sementara maanejer PSP Padang, Suardi alias Abin, dihubungi melalui selulernya belum merespon.

Yang hadir diskusi; Ridho Sarlito (Ketua Aliansi Junalis Olahraga Sumbar), Heru Pramana (dosen dan pemerhati sepakbola), Tito Rinaldi (pecinta olahraga sepakbola), Yal Aziz (Ketua Serikat Media Siber Indonesia Sumatera Barat), Mai Irwansyah (dari SSB Putra Ranah Minang), Zul Frinaldi (Taruna Mandiri pecinta sepakbola), Yendrizal Oyong (praktisi sepakbola), H Maidestral Hari Mahesa (Anggota DPRD Padang), Evi Yendri (Ketua FKAN Pauh IX), Zainil Tanjung (Ketua FKAN Lubuk Lintah). (PRB)

google+

linkedin