BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Buya Drs. Miftahuddin, mengatakan, bagi kita yang menganut kepercayaan Muslim, pasti sudah sangat akrab dengan istilah  Yasin, Surat Yasin merupakan salah satu surat yang terdapat di dalam Al-Quran yang merupakan kitab suci dan pegangan utama dari umat Muslim di seluruh dunia. 

Yasin sendiri merupakan surat ke – 36 dalam Al-Quran, dan terdiri dari 83 ayat. Banyak yang menganggap bahwa surat Yasin merupakan salah satu surat yang terpenting di dalam Al-Quran karena dianggap sebagai jantung dari Al-Quran itu sendiri.

Hal itu disampaikan Miftahuddin, dalam Tausyiyahnya, pada wirid bulanan Lailatul Ijtimak, Nahdatul Ulama Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Jum’at (7/4/2017) di rumah orang tua ustazd Ali Nurdin, MA, Kelurahan Jalan Baru Pariaman Tengah Kota Pariaman, kebetulan orang tua Ali Nurdin telah meninggal dunia seminggu belakang.

Dikatakan, biasanya surat Yasin dibaca pada malam Jumat atau ketika seseorang berada pada kondisi sakratul maut atau ketika menghormati seseorang yang sudah meninggal. Yasin merupakan surat dalam Al-Quran yang paling sering dibaca dan dikumandangkan karena konon memiliki banyak sekali manfaatnya. 

Pada kesempatan Miftahuddin, juga menekankan kepada jema’ah, supaya selalu membaca al-Qur’an di dalam rumahnya setiap hari, supaya rumah kita selalu didatangi rahmat oleh Allah SWT dan disamping membaca juga mengamalkan isi kandungan al-Qur’an tersebut.

“Al-qur’an merupakan petunjuk bagi umat Islam, kapan dia menjadi petunjuk setelah dibaca dan diamalkan,” ujar Miftahuddin.

Malam itu, selain buya Miftahuddin, juga tampil sebagai penceramah, Ustazd Dahlan yang mengupas tentang tahlilan dan berdo’a untuk orag yang telah meninggal dunia. Penceramah lainnya ustzd Drs. Mardison, M.Si dan ustazd Ali Nurdin, MA, kesemuanya mempertegas dan mempertajam tentang faedah, membaca kalimah zdikir dan surat Yasin serta berdo’a untuk orang yang telah meninggal dunia.

Wirid bulan Lailatul Ijtimak tersebut, diawali dengan mebaca surat Yasin bersama yang dipimpin salah seorang jema’ah, kemudian Tausyiah dan dilanjutkan dengan Tahlilah atau berzdikir, diakhiri dengan membaca do’a. 

Kegiatan ini telah berjalan 2 tahun lebih dengan jema’ah selalu bertambah, wirid pengajian ini digilirkan dari rumah ke rumah jema’ah. “Alhamdulillah, jema’ah selalu bertambah dan bersemangat,” ujar Dra. Hj. Rakiyah. (amir)

google+

linkedin