Kalau kita berbicara dengan sejarah, ternyata mantan Ketua PWI Sumbar pernah menjadi Walikota Padang, yakni H Zuiyen Rais, menjadi walikota dua periode, Priode pertamanya, 17 Juni 1993 sampai dengan 17 Juni 1998. Kemudian di Era Reformasi, Zuiyen Rais yang dilantik 17 Juni 1998, dinonaktikan 28 Desember 1999 dan diaktifkan lagi, 20 Juli 2000 sampai 17 April 2003, karena Gubernur Sumbar melantik Masri Payan yang kala itu menjabat  Sekda Kota Padang. Selanjutnya, jabatan Walikota Padang yang dijabat Masri Payan digantikan oleh Plt OS Yerli Yasir  dari 12 Juni 2003 sampai 17 Februari 2004. 

Sekilas sejarah itu hanya sebagai gambaran tentang perjalanan karier mantan Ketua PWI Sumbar Zuiyen Rais. Maksudnya, mantan Ketua PWI Sumbar pernah menjabat Walikota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Sejak itu, tak pernah lagi terdengar wartawan berkeinginan untuk menjadi Walikota Padang. Bahkan bakal calon selalu diramaikan oleh bursa-bursa politisi dan penusaha dan akademisi. Kenapa? Dugaan sementara, karena tak satu pun wartawan yang punya nyali untuk berkopentitif, kanena kost politiknya sangat mahal.

KINI, muncul nama Basril Basyar mantan Ketua PWI Sumbar dua periode yang juga punya latar belakang akademisi, yakni salah seorang dosen di Universitas Andalas, serta mantan pemilik Mingguan Padang Pos.

Sebagai bahan kajian dan renungan bagi publik Kota Padang, ada empat kelebihan Basril Basyar dari kebanyakan wartawan yang lainnya. Apa itu?ia

Yang pertama, Basril Basyar seorang jurnalis yang sudah cukup malang melintas dan banyak juga melahirkan jurnalis saat menjadi bos di Mingguan Padang Pos. Bahkan, Basril Basyar sudah dikenal oleh semua elemen masyarakat sebgai seorang wartawan.

Yang kedua, Basril Basyarak seorang dosen di Universitas Andalas Padang. Secara pasti kehadirannya cukup dikenal dikalangan kampus dan tentu langkah politiknya akan mendapatkan dukungan dari civitas akademisinya di Unand.

Yang ketiga Basril Basyar mantan komisaris PT Semen Padang yang sudah berganti nama menjadi Semen Indonesia. Bagaimana pun juo, tentu ada kedekatan moral bagi seluruh karyawan PT Semen Padang. So pasti juga Basril Basyar akan mendpat dukungan dari keluarga besar PT Semen Padang.

Yang keempat, Basril Basyarak anak Nagari Lubuk Kilangan ibunya dan Nagari Pauh orang ua lakinya. Fakta ini jelas, kalau Basriul Basyar anak nagari Padang pinggiran yang jelas pandan perkuburan leluhurnya. 

Selain yang empat point ini, secara politis Basril Basyar sudah layak dan pantas untuk ikut bertarung dengan kandidat lainya dan Basril Basyar sendiri sudah menyatakan siap untuk maju sebagai bakal calon Walikota Padang.

Kemudian, dari segi pergaulan, ternyata Basril Basyar punya teman-teman di dunia politik, seperti Partai Demokrat dan BB begitu panggilan akrabnya juga punya andil dalam membesarkan Partai Demokrat di Sumatera Barat. Begitu juga dengan Hanura dan Golkar.

Yang hebatnya, ada yang sudah berani memprediksi, jika Bsril Basyar mau menjadi Wakil Walikota dengan pasangan Mahyeldi, peluangnya terbuka dan bisa jadi berhasil sebagai orang nomor dua, sebagai pengganti Emzalmi. Tapi estimasi itu perkiraan politik atau takok uok-uok sae.


Bagaimana yang sebenarnya, mari kita lihat perkembangan bursa yang akan mengikuti percaturan politik menuju Padang 1 ini. Semoga (penulis wartawan tabloidbijak)

google+

linkedin