BIJAK ONLINE (Pasaman)-Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang di gagas Jaksa Agung H. M Prasetyo sejak tahun 2015 lalu merupakan salah satu langkah kejaksaan membangun sistem hukum yang mencakup tiga komponen yakni struktur hukum, subtansi hukum, dan budaya hukum dengan progaram JMS ini.

Menindaklanjuti gagasan serta intruksi Jaksa Agung yang sudah berjalan sejak tahun 2015 itu, Kejaksaan Negeri Pasaman di tahun 2017 ini kembali melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah mulai dari kalangan SD, SMP, hingga SMA, baik sekolah negeri dan swasta yang ada di daerah itu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman, Adhryansah, SH, MH dan Kasi Intelijen, Ihsan, SH mengatakan, program jaksa masuk sekolah merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan di seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan yaitu pengenalan serta pembinaan hukum sejak dini, sehingga anak anak bangsa tidak terjerumus dengan pelanggaran hukum, seperti tawuran, narkoba dan masalah kriminal lainnya.

Kata Adhryansah, kegiatan JMS tersebut dilaksanakan oleh Tim Kejari Pasaman yang terdiri dari Kejari, Kasi Intelijen, Kasi Pidum dan jaksa Fungsional.

Menurutnya, program JMS ini dilaksanakan berdasarkan pasal 30 ayat (3) huruf a  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 024/A/JA/08/2014 tentang Administrasi Intelijen Kejaksaan RI. Adapun pelaksana programnya adalah para Jaksa fungsional, pakar, psikolog, dan pemuka masyarakat.

Program JMS ini kata dia, dilakukan untuk memberikan pendidikan hukum sejak dini kepada kalangan pelajar mulai tingkat SD, SLTP dan SLTA yang ada di daerah itu.

Kasi Intel, Ihsan menyebutkan, ribuan siswa di sekolah SMP dan MTsN di Lubuksikaping sudah diberikan penyuluhan dan pemahaman tentang hukum, baik masalah tentang kenakalan remaja seperti mengisap lem, minuman komix, ini yang marak saat ini di Pasaman. "Kita juga melakukan pengenalan terhadap hukum, pengenalan sepintas tentang pidana korupsi," jelas Adhryansah, dan Ihsan.

Kata Ihsan, pihaknya menargetkan seluruh sekolah di pusat ibu kota kecamatan bisa terjangkau dalam tahun ini. Pihaknya yang sudah mengunjungi 5 sekolah yakni sekolah SMP dan MTsN di Lubuksikaping.

"Kunjungan ke sekolah ini, untuk meningkatkan kesadaran hukum dari dini, ketika dewasa tidak melanggar hukum karena sudah tau salah dan benar. Masa kecil teranja-teranja dewasa jadi terbiasa," sebutnya.

Pihaknya memberikan penyuluhan disaat upacara bendera setiap senin, dan jam kosong yang di hadiri oleh siswa atau saat kuliah tujuh (Kultum). Sehingga jam pelajaran mereka tidak terganggu.

"Kegiatan penyuluahan tersebut kita laksanakan selama 45 menit. Dan juga diadakan diskusi tanya jawab dengan siswa," tandas nya.

Terpisah, Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama mengatakan Pemerintah daerah Kabupaten Pasaman menyambut baik serta mendukung program jaksa masuk sekolah, dengan target kedepan para pelajar di Pasaman tidak tersangkut atau melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

"Jika penerapan bidang hukum sudah dilakukan sejak dini, diharapkan akan berpengaruh pada perkembangan moral peserta didik ke arah positif. Para siswa harus mampu menjadi generasi penerus bangsa, yang selalu berjalan pada koridor peraturan hukum yang berlaku," ujar orang nomor dua di Pasaman itu.

Kata Atos, dengan belajar hukum mulai dari sekolah tentunya sebagai siswa sudah mengenal mana tindakan yang berakibat hukuman berat atau ringan, setidaknya dasar awal tentang hukum bisa dipelajari. (Fauzan)

google+

linkedin