BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)— Kakenmenag Kota Pariaman, Drs. H. Muhammad Nur, M.A, mengatakan, acara wisuda yang dilakukan Pengurus Madrasah Diniyah Takmliyah Awaliyah (MDTA) sebagai salah satu motivasi terhadap anak didik, supaya memacu semangatnya untuk mempelajari al-Qur’an.

Hal itu disampaikan Muhammad Nur, pada acara wisuda siswa dan siswi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) tingkat Pariaman Selatan yang ke-7 di Halaman Masjid Babussalam Desa Palak Aneh Kecamatan Pariaman Selatan, Minggu (23/4/2017).

Dikatakan, setiap tahun Pemerintah Kota Pariaman melalui Pemerintah Kecamatan bekerjasama dengan Kemenag mewisuda lulusan MDTA/MDTW, ini bukti dari kesadaran orang tua dan Pemerintah pentingnya pendidikan agama, terutama di dalam belajar membaca dan memahami al-Qur’an.

Lebih jauh disampaikan Muhammad Nur, sebagi umat Islam wajib panda baca tulis Al-Qur’an, arti wajib itu, kalau dikerjakan mendapat pahala dan kalau ditinggalkan berdosa. Karena al-Qur’an, sebagai petunjuk dan pegangan dalam hidup umat Islam. Kalau ada orang tua yang tidak mengajarkan anaknya untuk membaca dan memahami isi kandungan al-Qur’an, tanggunglah dosanya.

“Tanggung jawab pertama, terletak pada pundak kedua orang tua, karena kalau tidak pandai baca al-Qur’an, bagaimana cara shalat 5 waktu yang wajib bagi setiap umat Islam melaksanakannya,” ujar Muhammad Nur kembali.

Menurut Muhammad Nur, saat ini generasi muda khususnya usia dini sangat krisis terhadap pengetahuan agama Islam dan baca al-Qur’an. Padahal, Pemkot Pariaman telah menegaskan melalui Peraturan Daerah tentang penegakkan syariat islam yakni program Magrib Mengaji dan pembatasan orgen tunggal dalam setiap pelaksanaan acara resepsi pernikahan dan acara lainnya.

“Hal ini hendaknya lebih diseriuskan lagi oleh aparatur di tingkat desa dengan berupaya memperkuat aturan tersebut melalui Peraturan Desa (Perdes) yang akan menjadi aturan dalam upaya membentengi generasi muda dalam mengatasi perilaku menyimpang.

Wisuda dihadiri   Camat Pariaman Selatan Adi Junaidi, Jajaran Kemenag Kota Pariaman, KUA Pariaman Selatan beserta jajaran dengan peserta wisuda sebanyak 249 orang dari 16 MDTA se-Pariaman Selatan.

Camat Pariaman Selatan, Adi Junaidi juga mengharapkan kepada orang tua untuk mendorong semangat anak untuk tidak berhenti belajar agama Islam  setelah diwisuda ini. Jangan setelah wisuda berhenti lagi mempelajari dan memperdalam ilmu al-qur’an.

“Hendaknya dengan pelaksanaan wisuda MDTA ini diharapkan memberikan motivasi yang lebih baik lagi dalam bergiat mendalami pelajaran dan pengetahuan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Adi Junaidi.

Pemkot Pariaman melalui pemerintah kecamatan akan mengontrol dan mengevaluasi terhadap desa/kelurahan yang ada di kecamatannya untuk memfasilitasi pemerintahan desa dalam mengatur tata kehidupan dan keagamaan yang ada di desa/kelurahan melalui peraturan desa dengan tidak terlepas dari peran orang tua dan niniak mamak. (p/a/amir)