Bupati Solok, H. Gusmal saat membuka acara lomba kreatifitas Kader PKK dan siswa, dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Solok ke-104, bertempat di Sport Hall GOR Batu Batupang, Kotobaru, Kamis (6/4).

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Untuk memanfaatkan limbah sampah organik, Pemkab Solok melalaui Dinas Lingkungan Hidup dan TP PKK Kabupaten Solok, menggelar acara lomba kreatifitas Kader PKK dan siswa, dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Solok ke-104, bertempat di Sport Hall GOR Batu Batupang, Kotobaru, Kamis (6/4).

Acara dibuka oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM dengan dihadiri oleh 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar yang diwakili Zulkifli, SH, plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT, Wakapolres Arosuka, Kompol. Cipto Hardjono, Kepala Bank Nagari Cabang Solok serta kepala OPD dan Camat Lingkup Pemerintah Daerah Kab Solok Yang Hadir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba ini diadakan dalam rangka peringatan HUT Kab Solok ke-104 sebagai bentuk partisipasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok bekerja sama dengan TP PKK. “Latar belakang diadakan lomba ini adalah banyaknya terjadi pencemaran dan pengrusakan lingkungan di berbagai wilayah, sehingga perlu peran serta sekolah dan masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kepedulian warga terhadap pelestarian lingkungan,” jelas Syaiful. Dijelasknanya, saat ini di Kabupaten Solok, pelayanan pengelolan sampah masih sangat rendah. Sampah yang terangkut oleh mobil pelayanan sampah sekitar lebih kurang 15% dari keseluruhan sampah yang ada di Kabupaten Solok.

Disebutkan Syaiful, lomba kreatifitas kader PKK dan siswa dari limbah organik dan non organik diselenggarakan selama 1 hari pada tanggal 6 april 2017. Lomba dibagi menjadi 3 kategori yaitu tingkat SLTA sederajad, SLTP sederajad dan tingkat kader PKK. Sementara jumlah peserta sekitar 327 peserta atau 109 tim. Harapan dengan diadakan acara ini adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolan sekolah yang bermuara pada peningkatan kepedulian lungkungan

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov Sumbar menyampaikan pihaknya berharap masyarakat makin peduli dengan lingkungan hidup, karena pada saat ini lingkungan hidup kita sudah makin membaik. “Sekarang lingkungan hidup di sekolah-sekolah makin terkontrol dan ada 5 sekolah yang dapat penghargaan adiwiyata, dan juga insya Allah akan ada 2 sekolah lagi yang akan di rekomendasikan untuk mengikuti lomba tingkat pusat,” jelas Zulkifli. Selain itu sekarang masyarakat di berbagai kecamatan, nagari dan kabupaten sudah memiliki bank sampah, dimana sampah itu tidak terbuang sia- sia namun lebih bernilai kurang lebih 2500/kg. “Dulu para masyarakat selalu membuang sampah ke sungai-sungai yang ada di sekitar kita, namun sekarang karena adanya bank sampah hal ini membuat perubahan besar sudah berkurangnya sampah di masyarakat kita,” tutur Zulkifli.

Sambutan Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan bahwa bahwa pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah melaksanakan lomba pengolahan limbah organik dan anorganik menjadi barang yang ekonomis. “Hal ini merupakan salah satu acara kegiatan memperingati ulang tahun Kabupaten Solok ke-104. Pada saat ini air saja sudah menjadi barang ekonomis dimana air itu kebutuhan tidak terbatas namun ketersediaan yang terbatas,” jelas H. Gusmal. Ditambahkan Bupati, saat ini juga sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan program adiwiyata dimana program ini untuk pengelolaan sampah di sekolah. “Saya juga berharap untuk setiap rumah punya tempat sampah sendiri atau han sampah sederhana. Saya menginginkan tim pegerak PKK , kepala sekolah dan masyarakat untuk bisa mengkoordinasikan kepada anggotanya untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi,” ajak Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa  saat ini banyak juga keluhan dari masyarakat kenapa mobil sampah tidak jalan? Bukannya tidak jalan namun mobil itu yang kurang dengan banyaknya sampah yang akan di angkut. “Namun, yang lebih terpenting bagaimana sampah bisa menjadi barang ekonomis dan ada nilai jual , dimana kita harus bisa dan tahu proses pengolahannya tersebut,” pungkas Bupati (wandy)

google+

linkedin