Bupati Gusmal mengharapkan agar agar niniek mamak harus bisa berjalan seiring dengan zaman, agar kita bisa memahami lingkungan kita yang terus terbawa oleh pengaruh global dan bisa membimbing anak kemenakan agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Para pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok, hari Sabtu (1/4), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), bertempat di Basko Hotel kota Padang. Rakor juga untuk membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT) LKAAM Kabupaten Solok kedepannya. Acara dibuka oleh Bupati Solok yang juga mantan Ketua LKAAM bumi penghasil bareh tanamo itu, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dengan dihadiri oleh  Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Syafri Datuak Siri Marajo, SH, Kadis Pariwisata, Yandra SE, M. Si, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Solok dan para Ketua LKAAM Kecamatan dan Ketua KAN Nagari se-Kabupaten Solok.

Menurut Yandr5a sebagai Ketua panitia pelaksana acara yang juga Kadis Pariwisata Kabupaten Solok, kegiatan ini diikuti 23 orang peserta yang terdiri dari 6 orang ketua LKAAM kecamatan, 7 orang dari ketua KAN dan 10 orang pengurus inti LKAAM. Rakor ini diadakan selama 3 hari, di Hotel Basko Padang dan berakhir Senin (hari ini/Red). Tujuan dari Rakor ini adalah untuk peningkatan SDM dalam pengelolaan lembaga adat yang ada di Kabupaten Solok.

Sementara Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Syafri Dt Siri Marajo, SH dalam sambutannya menyebutkan bahwa penguatan kelembagaan adat sebagai pelaksana penyelesaian sengketa adat. “Kami meminta hukum adat berlakukan di sekitar nagari dan meminta dukungan secara moral dan material oleh pemerintah serta kebijakan pemerintah serta kami sebagai lembaga adat, akan mencoba membangun karakter masyarakat sesuai Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah,” jelas Syafri Dt Siri Marajo.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran mamak harus bisa berjalan seiring dengan zaman, agar kita bisa memahami lingkungan kita yang terus terbawa oleh pengaruh global.  “Kami ingin para  anak kemenakan dan mamak kembali mengingat pituah Minang yang mengatakan, bahwa Kamanakn barajo ka mamak, mamak barajo kapangulu, pangulu barajo ka nan bana, bana barajo surang. Artinya tidak ada keputusan yang di ambil berdasarkan ego. Kami ingin LKAAM bisa membuat draf Perda tentang hukum adat, agar bisa mengakomodir masalah adat di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan Filosofi adat basandi Syara', Saya' Basandi Kitabullah,” harap H. Gusmal.

Disebutkan Bupati, Pemkan Solok akan memberikan dukungan kepada LKAAM secara optimal. “Tantangan saat ini yang paling besar adalah kemerosotan moral generasi muda, bahkan di Kabupaten Solok sedang marak Kasus LGBT dan Narkoba. Hal ini tentu menjadi PR bagi kita sebagai niniak mamak sebagi pelaku dalam lembaga adat,” sebut H. Gusmal.

Disebutkan Bupati, niniak mamak dan bundo kandung, harus bisa sejalan, agar program kita tentang menumbuhkan nilai adat pada anak kemenakan bisa berjalan secara optimal (wandy)

google+

linkedin