BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Ketua Dewan Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, Makmur Hendrik berharap Ketua IPSI Sumbar mendatang hendaknya dijabat oleh seorang pandeka yang mengerti dan mencintai pencak silat.

"Hendaknya, pencak silat  jangan sampai dijadikan kepentingan politik sesaat sewaktumasih jadi pejabat," kata pendiri Perguruan Patbanbu ini, ketika dihubungi melalui selulernya menanggapi telah kadaluarsa kepengurusan IPSi Sumbar.

Menurut Makmur Hendrik, hendaknya Musda IPSI segera dilaksanakan untuk memilih Ketua IPSI Sumbar mendatang, sehingga tidak terjadi kevakuman dalam berorgansasi. "Siapa saja boleh mencalonkan diri, asal yang bersangkutan seorang pandeka," kata mantan Ketua Eksekutif IPSI Sumbar ini.

Kemudian, kata Makmur Hendrik, adanya keinginan dari Fauzi Bahar untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai Ketua IPSI Sumbar juga ndak ada masalah. "Kenapa? Karena Fauzi Bahar telah bergelar pandeka yang telah dikukuhkan di Koto Tangah," kata wartawan senior ini.

Jadi, lanjut Makmur Hendrik, siapa saja orang silat atau pendekar boleh saja menjadi calon Ketua IPSI Sumbar. "Yang akan menentukan siapa yang layak dan pantas untuk  menjadi ketua, persoalan  itu kan tergantung pengurus cabang IPSI se-Sumbar," kata aktifis kampus IKIP (kini UNP) ini.

Hanya saja, kata Makmur Hendrik lagi, jangan sampai ada penggiringan suara cabang ke seseorang dengan embel-embel jabatan atau kekuasaan. Soalnya, jabatan seseorang itu ada batasnya dan sementara pengabdian ke IPSI tak ada batasnya. "Makanya saya menyarankan agar Ketua IPSI Sumbar mendatang pandeka, atau orang yang aia mandinyo pencak silat ko, serta yang bersangkutan paham dan mengerti dengan pencak silat," ujar aktifis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini. (PRB)

google+

linkedin