BIJAK ONLINE (Pasaman)-Sekitar 1.500 siswa Sekolah dasar (SD)  dari sembilan sekolah di Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, mengikuti pawai alegoris, Jumat, 21 April 2017.

Pawai alegoris yang diikuti kalangan siswa SD itu dilepas langsung oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bersama Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama bertempat dihalaman Kantor Bupati setempat pada, Jum'at (21/4). Para peserta pawai, melintasi rute jalan Jendral Sudirman sepanjang 1,5 Km, dan kembali berakhir di Halaman Kantor Bupati setempat. 

Dalam pawai alegoris itu, tampak ribuan pelajar itu memakai beragam pakaian, mulai dari pakaian adat dari berbagai suku di nusantara, pakai polisi, TNI, dokter, perawat, pakaian olah raga, dan lainnya. Pada pawai itu terlihat antusias anak-anak sangat tinggi dalam rangkaian acara pawai alegoris itu.

Sebelum acara pelepasan, berbagai kegiatan dipersembahkan pada perayaan itu, seperti atraksi Polwan mengendarai sepeda motor gede, tarian tradisional, pencak silat, karate dan pembacaan puisi.

Panitia pelaksana, Silfida Yenti dalam laporannya menyebutkan, kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka mempringati hari kartini tahun 2017. Menghadirkan 1.500 peserta dari sembilan SD di Kecamatan Lubuksikaping.

"Pawai alegoris ini untuk memperkenalkan sosok RA Kartini kepada anak didik akan kegigihan beliau berjuang mengangkat derajat, martabat kaum perempuan pada masa zaman dahulu," ujar Silfida Yenti yang juga merupakan Kepsek SDN 06 Pauh ini.

Dia menjelaskan, dari 35 sekolah dasar di kecamatan Lubuksikaping, hanya sembilan sekolah yang ikut ambil bagian dalam memeriahkan pawai alegoris tersebut, seperti SDN 05 Pauh, 06 Pauh, 07 Padang Sarai, 09 Pauh, 10 Pauh, 11 Tanjung Alai, 19 Ambacang Anggang serta SDN 30 Teluk Embun dan 31 Tanjung Alai. 

Sementara itu, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis meminta seluruh masyarakat, khususnya pelajar perkokoh persatuan dan kesatuan serta bangun karakter mulia generasi muda bangsa melalui peringatan hari Kartini yang diselenggarakan setiap tanggal 21 April ini.

"Perjuangan RA Kartini itu harus kita  dijadikan contoh. Cita-cita mulia beliau harus jadi pedoman bagi kita semua, khususnya kaum perempuan dan generasi muda bangsa ini," katanya. 

Bupati mengharapkan, kegiatan semacam itu harus terus dipertahankan. Kedepan, seluruh sekolah wajib ikut serta meramaikan perayaan pawai alegoris seperti saat ini.

Untuk diketahui bersama, bahwa Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, saat ia menginjak usia ke-25 tahun, tepatnya 17 September 1904. Ia merupakan seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Dalam kesehariannya, Kartini banyak membaca berbagai macam surat kabar serta buku lainnya.

Hal itu yang mendasari ia menulis. Pada surat-surat Kartini tertulis banyak pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. ( zan)

google+

linkedin