BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Sekretaris Umum PSP Padang, Editiawarman menanggapi positif adanya kritikan dari berbagai eleman yang berkeingan PSP Padang punya prestasi di kancah sepakbola nasional.

"Saya menilai positif kritikan yang ditujukan terhadap PSP Padang. Kanapa? Karena jelas orang yang mengkritik itu peduli dan berkeinginan PSP Padang punya prestasi," kata Editiawarman ketika dikonfirmasi Tabloid Bijak menanggapi diskusi tentang PSP Padang yang digelar Aliansi Jurnalis Olahraga Sumbar, di Rostoran UJ, By Pass, Minggu, 16 April 2017.

Hanya saja, kata Editiawarman, agar kritikan itu punya data dan fakta. "Kalau tak punya data dan fakta, kan kritikan itu bernuansa fitnah," katanya.

Kemudian kalau kritikan itu ditujukan kepada pengurus PSP Padang, juga tak ada masalah dan syah-syah saja. "Pengurus PSP Padang memang tidak dipilih secara demokratis, tapi hasil kajian dan analisa pak Walikota Padang sebagai Ketua PSP Padang dan kalau  saya dinilai tak layak dan pantas jadi pengurus, saya siap saja diganti," kata Aditiawarman.

Silahkan saja kritik terus PSP Padang, agar nanti sampai kepada kesimpulan rekomendasi. "Siapa yang berminat jadi pengurus PSP Padang, silahkan saja usulkan namanya kepada pak walikota, semoga dapat respon positif," kata Camat Padang Utara ini.

Yang jelas, kata Editiawarman lagi, pengurus PSP Padang sekarang juga punya tanggungjawab moral kepada prestasi PSP Padang. "Tapi  faktanya prestasi PSP Padang, ya seperti sekarang inilah, yang hanya mengikuti kompetisi Liga Nusantara," katanya sembari menambahkan, peserta Liga Nusantara semuanya dari Divisi I dan II Kompetisi Persyerikatan PSSI dulu.

Persoalan kisruh dikepengurusan PSSI Pusat dan ganta gantinya sistem liga, juga berpengaruh terhadap posisi PSP Padang. "Kita di PSP Padang setiap diminta untuk mengikuti kompetisi resmi PSSI, selalu siap dan ikut kompetisi," tambah Editiawarman. 

Sedangkan amsalah dana APBD, Editiawarman menyebutkan, setiap dana yang diperoleh melalui APBD selalu dipertanggungjawabkan secara transfaran dan sesuai mekanisnya. "Kalau ada yang minta dana PSP Padang di audit, ya ndak masalah, baguslah itu," ujarnya. (PRB)

google+

linkedin