BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)---Ustazd Drs. Mardison, Tk. Simarajo,  mengatakan, setiap yang mempunyai nyawa pasti akan menempuh kematian, hanya saja ada yang dahulu dan ada pula yang kemudian, sesuai batas usia yang diberikan Allah SWT.

Hal itu disampaikan Ustazd Mardison, ketika melepas jenazah almarhum Syafri, (82) tahun, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, Minggu (9/4/2017).
Dikatakan, “Apabila telah datang ajal seseorang, tidak bisa terdahulu satu saat dan tidak bisa terakhir satu saat”. 

“Kalau pangilan  Allah Swt, sudah datang, tidak satupun manusia yang berkilah, begitulah Agungnya Allah Swt yaitu Raja dari sekalian Raja, Penguasa dari sekalian Penguasa,” ujar Mardison.

Melalui pelepasan jenazah tersebut, Mardison menghimbau seluruh penta’ziah yang hadir untuk dapat menjadikan kematian sebagai guru yang paling berharga.

“Pada hari ini  almarhum Syafri yang kita antarkan bersama-sama ke kuburan, sebelumnya kita mandikan, kita kafani dan terakhir kita shalatkan di mesjid, besok bisa saja kita  diantaraka akan menyusul beliau,” tukuk Mardison kembali. 

Menurut Mardison, soal kematian,  sama dengan pohon kelapa, mumbang jatuah yang mudo jatuah, apalagi yang tua juga jatuah, artinya, kematian tidak memandang kepada usia, kalau ajal sudah sampai, bilangan sampai, tidak satu pun yang dapat mempertahankan dan meminta menunda kepergiannya, karena anak, kemanakan belum datang, tidak ada itu yang mampu untuk melakukannya.

“Semua kita datang dari Allah dan akan kembali kepadanya yang paling tepat kita ucapkan milik Allah kembali kepada Allah, bagi karib kerabat yang ditinggalkan supaya sabar menerima cobaan ini, disamping sabar dilanjutkan dengan shalat, karena anjuran Allah, minta tolonglah kamu dengan sabar dan shalat,” ulang ustzd kondang Kota Pariaman ini.

Mardison yang sehari bertugas sebagai ASN guru SMA 4 Negeri Pariaman ini, juga menghimbau kepada jama’ah takziah, sebelum datang ajal menjemput, perbanyaklah amal  ibadah sebagai bekal dihari kemudian nanti termasuk bekal di alam kubur, seperti istilah, “sadiokan payuang sebelum hujan datang dan sebelum kematian datang perbanyaklah amal ibadah kebaikan,” tukasnya lagi.
Pendiri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  Muslimat Nahdatul Ulama, Mangguang Pariaman Utara Kota Pariaman ini, dengan tegas  mengatakan, sebagai umat Islam yang mempercayai, bahwa hidup akan mati, jangan sungkan-sungkan untuk belajar tentang ajaran Islam, terutama tentang keimanan kepada Allah SWT. 

“Apabila dalam diri manusia imannya masih hidup, hatinya akan selalu bergetar apabila panggilan Allah SWT, untuk melaksanakan shalat datang, pasti dia akan mengikuti panggilan tersebut. Tetapi sebaliknya, apabila iman seseorang sudah mati dalam dirinya, dia tidak akan menghiraukan panggilan Allah SWT itu,” urai  salah Pengurus  Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Kota Pariaman ini.  (amir)

google+

linkedin