BIJAK ONLINE (Kota Pariaman) --- Wakil Wali Kota Pariaman,Dr. H.  Genius Umar,S.Sos,M.Si menjadi keynote speaker pada Fokus Group Discussion tentang revolusi karakter bangsa melalui media sosial dikalangan pendidik dan tenaga kependidikan, yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, di Basko Hotel, Padang, Selasa (11/4/2017).

Hadir juga sebagai nara sumber Akademisi UNP Prof. Dr. Dasman Lanin, dan   Staf Khusus mendikbud Komunikasi Publik, Nasrullah, M.Si . Genius mengatakan dengan berlakunya Undang-undang 23 tahun 2014 menimbulkan dilema bagi daerah diantaranya, konsistensi kebijakan yang telah dikeluarkan  Kab/Kota, mutu pendidikan, rentang kendali manajemen, dan pengawasan.

"Sebelumnya Kabupaten/Kota telah membuat terobosan atau inovasi, dengan pengalihan kewenangan diharapkan inovasi yang telah dilakukan tetap dilanjutkan," ujar Genius.

Undang-undang adalah kebijakan yang wajib dijalankan oleh Pemerintah Daerah, oleh sebab itu ia mengharapkan pemerintah dapat membuat kelembagaan yang berada diwilayah kabupaten/kota untuk membina dan mengawasi pendidikan SMA/SMK dalam bentuk cabang dinas, atau sebutan lainnya, karena pemberian kewenangan pendidikan pada Pemerintah Propinsi akan menjauhkan rentang kendali manajemen dan pengawasan.

Sedangkan tingginya pengaruh media informasi terhadap pendidikan, Dasman lanin menjelaskan bahwa pendidik harus memiliki literasi media sehingga muncul kesadaran kritis terhadap kebablasan media, tenaga pendidik harus mampu memisahkan informasi yang benar dan yang salah.

"Tenaga pendidik harus melaksanakan segala cara mengkaji dan mengajarkan pada anak didik agar anak didik mampu memfilter informasi yang ia terima,"ungkapnya. (at/amir)