BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)---Kepala Desa  Pasir Sunur, Kecamatan  Pariaman Selatan Kota Pariaman, Akmal mengatakan, anggaran  yang bersumber  dari Dana Desa (DD) tahun 2015, mempunyai Silva sebanyak Rp. 76 juta rupiah dan pada Tahun Anggaran 2016, baru dapat dibelanjakan kembali.

Hal itu disampaikan Akmal, dalam suatu percapakan, Selasa (16/5/2017) di ruang kerjanya. Kemudian pada Tahun anggaran  2016, Desa Sunur mendapat kucuran Dana Desa (DD) sebanyak Rp. 593.895.911, semua dana tersebut telah dilaksanakan untuk berbagai kegiatan yang telah direncakan sebelumnya.

Dikatakan, sebagian besar Dana Desa (DD) dilaksanakan untuk  perbaikan Banda Peti, karena banda ini sering membawa banjir, apabila hujan datang, sehingga banyak rumah penduduk terendam air hujan itu. Beberapa kegiatan  yang dilaksanakan, seperti Pemasangan Talut Banda Peti Pasir Sunur sepanjang 168 meter dengan ketinggian pasangan rata-rata 2 meter dan menghabiskan anggaran Rp. 127 juta rupiah.

Kemudian dana Silva Tahun 2015 sebesar Rp. 76 juta rupiah, juga untuk kelanjutan Pemasangan Tebing disekitar Banda Peti Pasir Sunur, sepanjang 30 meter dan ketinggian pasangan rata-rata 2 meter. Selain itu ada  kegiatan  yang dikerjakan tidak sesuai dan dinilai tumpang tindih dengan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pariaman.

Kegiatan yang dikatakan tumpang tindih tersebut,  pemasangan Tembok Wisata Laut, sepanjang 2000 meter, akirnya dilakukan perubahan dan disepakati memindahkannya ke Banda Peti  yaitu Pemasangan Talut dengan anggaran Rp. 200 juta rupiah.

Menurut Akmal, akibat terjadi penyimpitan dan pendangkalan di Banda Peti, maka terjadilah banjir, akibat pengikisan tebing berimbas kepada pemukiman  warga dan mesjid. “Bila hujan datang, rumah masyarakat dan mesjid terendam banjir air hujan,” tutur Akmal.

Disamping itu  Dana Desa (DD) juga dipergunakan untuk pemeliharaan Jalan Lingkar Desa pada 3 titik dengan anggaran Rp. 40 juta rupiah. Proyek lain yang tidak sesuai menurut Pemko Pariaman, Rehab Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah dianggarkan sebanyak Rp. 91 juta, baru dikerjakan sebanyak 11,5 parsen dengan Rp. 13 juta rupiah, sudah distop dan dihentikan.

“Sisa anggarannya juga dilaksanakan untuk kelanjutan Pemasangan Talut Banda Peti Pasir Sunur, betul-betul  banyak menyedot anggaran  Banda Peti Pasir Sunur,” ujar Akmal.

Kegiatan lain yang dibiayai dengan Dana Desa (DD) Tahun 2016, pembuatan 2 Unit Keramba, pembelian bibit dan pakan ikan menelan biaya Rp. 20 juta rupiah. Selain untuk Rehab MCK  Umum terletak di Dusun Atas 2 unit dan menghabiskan anggaran Rp. 55 juta rupiah. Disamping itu ada untuk Pelatihan Pengelolaan hasil laut, berupa pangan, seperti, pembuatan bakso ikan, kerupuk ikan, dianggarkan Rp. 15 juta rupiah.

Terkahir ada lagi dana yang tidak habis dibelanjakan untuk kegiatan Pelatihan Penyuluhan Kepala Desa, Perangkat dan  Lembaga Desa yang dianggarkan Rp. 50 juta rupiah, hanya yang terpakai sebanyak Rp. 8 juta rupiah. “Disebabkan waktu pelaksanaan sudah mepet,” tukuk Akmal menimpali.
Untuk Tahun Anggaran 2017 Desa Pasir Sunur, mengalami kenaikan anggaran  Dana Desa (DD) dan  Anggaran Dana Desa (ADD) keduanya itu sekitar Rp. 200 juta rupiah dari Rp. 1,2 milyar menjadi Rp. 1,4 milyar. (amir)