BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Kepala Balai Diklat Pendidikan dan Pelatihan  Pelayaran Padang Pariaman, Dr. Capt. Mugen S  Sartoto, M.Sc, mengatakan, sekolah yang dipimpinnnya telah menerima Taruna sebanyak 60 orang terdiri dari dua jurusan Politekni dan Teknik. Tujuh puluh lima parsen Taruna yang diterimanya berasal dari Sumatera Barat dan 25 parsen asal luar Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Mugen S Sartoto, dalam suatu percakapan di Kampus Balai Diklat Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran Padang Pariaman, Tiram Kecamatan Ulakan Tapakis, Selasa (16/5/2017).

Dikatakan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran Padang Pariaman merupakan sekolah pelayaran terluas di Indonesia, pada penerimaan pertama Tahun ajaran 2016 yang mendaftar sebanyak 245 orang dan yang dapat diterima hanya 60 orang.

Lebih jauh disampaikan Mugen, sekolah yang dipimpinnya adalah non akademik dengan lama pendidikan 2,5 tahun. Satu setengah tahun belajar dikelas dan satu tahun belajar di kapal, setelah tamat mereka diberikan sertifikat sesuai dengan jurusannya masing-masing dan tidak mempunyai gelar akademik.

Menurut Mugen, khusus pada tahun pertama, semua biaya ditanggung oleh Pemerintah. Kemudian pada tahun kedua subsidi pemerintah mulai dikurangi seperti beli pekaian mereka,ditanggung Taruna sendiri dan yang diterima pendidikan disini tidak disebut dengan ikatan dinas, artinya setelah menamatkan pendidikan mereka boleh bebas menentukan dimana mereka mau bekerja.

“Umumnya, setelah mereka tamat dari pendidikan Balai Pendidikan dan Pelatihan  Pelayaran, pekerjaan sudah menunggu mereka, sudah banyak perusahaan yang menunggunya,” tutur Mugen, sambil tersenyum ramah.

Dituturkan Mugen Perwira  Pelayaran Bidang Nautika, Tujuan umum dari jurusan Nautika adalah melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Nautika. Tugas dan Tanggung Jawab untuk lulusan jurusan Nautika adalah agar dapat membawa kapal penumpang dan muatannya dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan selamat.

Sedangkan Tujuan umum jurusan Teknika adalah mendidik dan melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi Perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Mesin Kapal. Tugas dan tanggung jawab untuk jurusan Teknika adalah agar dapat mengoperasikan serta memelihara mesin kapal selama kapal berlayar sampai tujuan dengan aman.

Disamping itu  Balai Pendidikan dan Pelatihan  Pelayaran, juga memberikan pendidikan pelatihan kepada yang ingin meningkatkan tingkat atau status sebagai pekerja di kapal dari tingkat  dasar sampai ketingkat III, mereka didik selama 3-7 bulan. “Sedangkan Taruna langsung dapat tingkat III,” ujar Mugen lagi.

Kini yang sedang melakukan pendidikan peningkatan tingkat tersebut, dari dasar ketingkat 5 berjumlah 13 orang, dari dari tingkat 5-4 (17 orang) dari 4-3  (14 orang), mereka semua biaya sendiri dan menginap di luar kampus.

Pada kesempatan itu Mugen, juga berherap kepada Pemda Provinsi Sumatera Barat, untuk memperlebar jalan dari Badara Internasional Minangkabau ke Balai Pendidikan dan Pelatihan  Pelayaran dan kalau bisa dijadikan jalur dua dan sekalian lampu penerangan jalannya. (amir)