BIJAk ONLINE (LIMA PULUH KOTA)-Dua hari berturut, Jum’at  dan Sabtu (5-6/5), 2 unit mobil terperosok di lobang jembatan Kayu Jorong Sopan, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Kedua mobil itu yakni truk Hino bermuatan pupuk terpelosok Jum’at sekitar pukul 21.00 WIB. 

Hanya berselang beberapa jam, sekitar Pukul 4.00 WIB dinihari, Sabtu (6/5) giliran kenderaan L.300. Akibatnya, arus lalulintas ikut terhambat dan tidak bisa dilalui sama sekali. Beruntung, masyarakat Nagari setempat bersama-sama membantu truk Hino dan L.300 keluar. Dengan diangkat bagian ban yang terperosok, akhirnya kedua kenderaan itu berhasil diselamatkan.

“Ada dua kenderaan roda empat yang terperosok akibat kayu jembatan sudah lapuk. Jadi, dibantu masyarakat dua mobil itu berhasil dikelaurkan. Kemudian, Sabtunya, kita melakukan Goro bersama-sama untuk memperbaiki mana yang betul-betul menganga dan tidak ada penutup,” sebut Camat Kapur IX, Andri Yasmen, Sabtu (6/5) disela-sela Goro bersama muspika, Pemerintahan Nagari dan pengguna jalan.

Kondisi jembatan milik Pemerintah Propinsi Sumatera Barat itu betul-betul sangat memprihatinkan. Semua kayu jembatan sudah berusia tua dan mulai lapuk. Bahkan, sebahagian terbukti tidak mampu lagi menahan beban kenderaan dan patah. Namun, sebahagian memang masih bisa tahan, tetapi diperkirakan tidak akan lama mengingat kondisinya juga sudah lunak dimakan usia.

Bahkan pengguna jalan baik motor ataupun mobil bila tidak hati-hati memilih tempat berpijak untuk menyeberang maka, tidak mustahil akan ikut terperosok lobang jembatan. Bahkan sebahagian penginderaan harus menurunkan timbangannya terlebih dahulu sekita lewat jembatan kayu sepanjang 20 meter itu guna menghindari jatuh.

“Kondisinya memang buruk. Jadi pengguna jalan harus betul-betul melihat mana kayu jembatan yang masih kuat. Kalau tidak ya ikut terperosok. Bahkan sebahagian penumpang motor memilih turun dan berjalan untuk menyeberangi jembatan karena takut jatuh,” tutur Camat.

Pasca terperosoknya dua kenderaan itu, Camat dibantu Danramil, Kapolsek, Pemerintah Nagari bersama-sama masyarakat setempat melakukan gotong royong untuk memperbaiki jembatan yang berlobang.

“Kita perbaiki bersama, karena mobil ambulance dan kenderaan masyarakat sangat banyak lewat di jembatan itu. Jadi kita mencoba mengurangi resiko, mudah-mudahan sedikit bermanfaat,” harap Camat.

Camat berharap, agar jembatan satu-satunya penghubung masyarakat dapat menjadi prioritas dalam pengerjaan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Bila tidak bisa dipastikan kayu jembatan satu-satunya akan lapuk dan masuk dalam aliran sungai.

“Bisa membuat beberapa Nagari terisolasi, karena ini jalan satu-satunya untuk keluar. Jadi kita berharap segera diperbaiki agar masyarakat sedikit aman saat lewat jembatan ini,” harapnya.

Disamping kondisi kayu jembatan yang sudah lapuk, pengendera yang melintas pada malam hari diminta untuk hati-hati mengingat dilokasi jembatan juga tidak ada lampu penerangan jalan.

Sebelumnya juga pernah diberitakan, jika jembatan kayu milik Propinsi di Kapur IX, kondisinya memprihatinkan. Namun, hingga dua kenderaan terperosok tidak ada tanggapan apa-apa dari Pemerintah Propinsi.

“Mudah-mudahan dengan kejadian ini, semua dinas terkait tersentak nuraninya, utamanya Pemerintah Propinsi sedikit tanggap dan peduli dengan derita masyarakatnya, “pinta Camat. (Nur Akmal)