BIJAK ONLINE (PADANG)-Untuk meningkatkan pembangunan budaya integritas di Kota Padang, setidaknya 30 orang pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengikuti Workshop Tunas, Sistem dan Komite Integritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Hotel Grand Inna Muara Padang dari Kamis-Sabtu (4-6/5). Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Pencegahan KPK, Ryan H. Utama bersama Asep Chaerullah selaku nara sumber.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengatakan, sangat menyambut kegiatan tersebut selaku bahagian dari program KPK. Sehingga diharapkan, akan semakin meningkatkan integritas di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang ke depan.

“Kita tentu berterima terima kasih kepada KPK yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sebagaimana sesuai dari harapan dari KPK dan kita semua, demi terciptanya pelaksanaan pemerintahan yang semakin baik dan bebas dari korupsi tentunya,” imbuh walikota sewaktu menghadiri kegiatan tersebut, Sabtu (6/5) lalu. 

Dikatakan Mahyeldi, ia pun berharap nantinya semua ASN terutama para pejabat eselon II, III dan IV juga dapat mengikuti kegiatan tersebut. 

"Semoga upaya ini akan memacu semangat para ASN kita untuk lebih meningkatkan integritas dalam pengelolaan pemerintah daerah di masa-masa yang akan datang,” tukasnya didampingi Kepala Inspektorat Kota Padang, Andri Yulika.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan KPK, Ryan H. Utama menerangkan workshop tersebut merupakan program atau upaya lain dari KPK yang saat ini lebih memfokuskan aspek pencegahan di samping penindakan terhdap kasus korupsi. 

Sementara Ryan pun melihat, cukup tingginya kemauan Pemko Padang menjadikan budaya integritas sebagai sebuah budaya baru di Pemko Padang.


“Jadi, salah satu bentuk pencegahan yang kita lakukan yaitu, dengan memberikan kesadaran dan pemahaman terhadap pihak-pihak yang rentan tersandung dalam kasus korupsi seperti halnya para pejabat, pegawai negeri dan sebagainya. Sebagaimana, korupsi itu juga belum tentu dikarenakan niat dari keserakahan seseorang, namun juga bisa dikarenakan ketidakpahaman,” sebut Ryan.

Di samping itu kata Ryan, budaya integritas merupakan salah satu upaya memastikan dan membuktikan terkait program kegiatan serta visi dan misi yang dilakukan setiap pemerintah daerah khususnya terbebas dari praktek korupsi.

Sementara dalam kegiatan yang diikuti para pejabat Pemko Padang tersebut, ada tiga hal besar yang diberikan.

“Pertama melakukan internalisasi nilai-nilai integritas. Kedua memberikan pemahaman konsep sistem integritas dan ketiga, tentang pengendalian strategis KKN, yaitunya dengan menjaga orang-orang strategis supaya terhindar atau tidak tersandung kasus korupsi,” ulasnya. (David)