BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)---Tokoh masyarakat Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2x11 Kayutanam, Asrizal Dt. Pangulu Basa dan Khairul  Sutan Marlaut, mendukung hadirnya Mega Proyek Pendidikan Terpadu di daerahnya yang bakal disebut dengan Tarok City. 

Hal itu diungkapkan Asrizal Dt. Pangulu Basa, didampingi Khairul Sutan Marlaut, Jum’at (5/5/2017) di Los Lambuang Pasar Kurai Taji, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, dalam wawancara khasus, atas rencana Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni duet Suhatri Bur, mengembangkan wilayah tersebut.

Dikatakan, karena niat   Pemda Padang Pariaman, untuk membangun daerah Tarok City, untuk kemajuan pendidikan anak-anak bangsa dan sekaligus untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Sumatera Barat Umumnya.”Kalau ketek talapak tangan jon yiru, kami tampuang,” ujar Asrizal kembali yang diamini Khairul St. Marlaut.

Menuru Asrizal Dt. Penghulu, perencanaan pembukaan wilayah  Tarok Nagari Kapalo Hilalang, bukan “sin salabin” tetapi sudah disosialisasikan kepada masyarakat Nagari Kapalo Hilalang sejak Tahun 2016 dan sudah ada diadakan pertemuan dengan semua lapisan masyarakat beberapa kali , ketika itu  pihak Pemda Padang Pariaman, telah menyampaikan tidak akan merugikan  masyarakat, tetapi akan berikan untung kepada masyarakat.

“Kini telah dimulai dengan oleh Pemda Padang Pariaman, dengan membuka jalan  dengan lebar 75 meter dan panjanganya lebih kurang 7 kilo meter.  Saya kira tidak ada orang yang dirugikan dalam pembukaan jalan tersebut. Kalau ada yang mengaku merasa dirugikan, peru dipertanyakan siapa orangnya,” ujar Asrizal.

Dijelaskan Asrizal, untuk diketahui masyarakat banyak, tidak ada tanah wilayat di Korong  Tarok Nagari Kapalo Hilalang yang ada itu tanah Ervach, tanah yang sudah dikelola Belanda disebut dengan Ervach 90,91 yang luas keseluruhannya 935 hektar dan sekarang hanya tinggal lagi seluas 697 hektar. 

“Inilah yang bakal dijadikan kawasan Pendidikan Terpadu dan Rumah Sakit oleh Pemda Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni duet dengan Suhatri Bur. Saya menyebutnya kata Asrizal, Mega Proyek masa depan  Kabupaten Padang Pariaman,” tukuk Asrizal  dan Khairul Sutan Marlaut, sambil  menghirup kreteknya.

Lebih jauh ditambahkan Asrizal, soal  tanaman atau tanah  masyarakat yang terkena imbas proyek, sudah ada kesepakatan  ada kopensasinya yang disebut dengan ganti kerugian bukan ganti rugi dan bahkan sudah ada yang dibayarkan Pemda, teruatama tanah wilayat yang punya sertifikat dan bagi yang belum bersertifikat, dibantu oleh Pemda membuatkan sertifikatnya dan setelah itu baru dibayarkan ganti kerugiannya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat atau yang mengaku pemuka masyarakat Nagari Kapalo Hilalang, berhentilah  membuat isu-isu yang bukan-bukan dan menyudutkan Bupati Padang Pariaman, “ sela Khairul Sutan Marlaut, sambil  mengunyah ngunyah rakik kacanag di atas meja Los Lambuang Pasar Kurai Taji tersebut. (amir)