BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Elida (48) tahun, pedagang Sembareh bakuwah dengan mangkuak badeta, Korong Padang Bungo, Nagari Gadur Kecamatan 2x11 Pakandangan, mengaku telah berusaha dagangan ini sejak tahun 2011, karena butuh biaya untuk pendidikan anak. 

Ibu beranak 4 ini, mengaku ditinggal suami sejak tahun 2011. Kepergian suami itu, tidak jelas ujung pangkalnya, istilah “ugang awak Piaman, baganyi”. Elida mengaku suaminya guru PNS pada salah satu SD di Kecamatan 2x11 Kayutanam, walau pun anak anak dan isteri masuk gaji, tetapi yang hak anak dan isteri tidak pernah diberikan.

Mengingat anak-anak butuh biaya untuk pendidikan, terpaksa banting stir, berdagang sembareh di tepi jalan lintas Pauh Kambar-Parit Malintang, di bawah pohon jambi dengan warung laying-layang seadanya. Berkat yakin  berusaha dan ditambah niat baik untuk memajukan pendidikan anak, usaha Elida cukup laris dan setiap rata-rata penjualannya Rp. 500 ribu rupiah.

Dalam bincang-bincang sambil menikmati  enaknya sembareh, Rabu (10/5/2017), Elida bercerita panjang tentang, cita-cita ingin anak ada kemajuan dibidang pendidikan   dan tidak mau anaknya tidak bersekolah, karena untk merobah kehidupan perlu pendidikan. 

“Alhamdulillah, anaknya yang besar Ilma Elkatri, telah tamat D.III Kebidanan, sejak 1,5 tahun silam, kini menjadi tenaga honor lepas di Puskesmas Pakandangan,” ujar Ibuk yang punya kulit sawo matang ini.

Dijelaskan Elida lagi, sebelum ditinggal pergi suami berganyi, sudah pernah juga coba-coba berdagang sembareh dengan mangkuak badeta, tetapi diatar ke warung-warung setiap pagi, ketika itu rata-rata setiap hari terkumpul uang sore hari berkisar Rp. 200 ribu rupiah, dapat sebagai pembantu belanja kebutuhan dapur, supaya mengpul terus tiap hari.

Anak kedua bernama Anisa, kini kuliah di Politeknik Perawat Gigi masuk tahun III, juga D.III dalam tahap penyelesaian. Kemudian nomor 3, bernama Herlina Putri, tamat SMA tahun sekarang (2017)  dan ingin melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Penerbangan  Indonesia (STPI) Negeri di Tangerang Banten, direncana mengikuti tes 5 Juni 2017 mendatang. Sibungsu Ahmad Zaki baru duduk Kelas III Sekolah Dasar (SD)  Padang Bungo.

Dengan berlinang air mata Elida, berharap bantuan dari Baznas Padang Pariaman, baik untuk pengembangan usaha maupun untuk biaya pendidikan anak. Menurut Elida, sejak ditinggal suami belum pernah disentuh bantuan dari Pemda Padang Pariaman, termasuk Baznas Padang Pariaman.
“Maklumlah, tidak mengerti jalur cara mendapatkan bantuan Pemerintah, terpaksa didayung hidup ini dengan usaha mandiri, karena Allah SWT mempunyai sifat pengasih dan penyayang, sampai kini masih diberikan rezki  yang halal,” tutur Elida, sambil melayani  pembeli. (amir)