BIJAK ONLINE (LIMAPULUH KOTA)---Jinih nan Ampek merupakan pemahaman, pengetahuan dan presepsi yang sama tentang 'Tau jo Nan Ampek' baik secara teori maupun secara teknis dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM).

Hal tersebut disampaikan Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, ketika membuka acara yang digelar Bagian Kesejahtraan Rakyat (Kesra), Setdakab Lima Puluh Kota, dalam kegiatan pelatihan Jinih Nan Ampek, kepada 52 orang peserta yang terdiri dari Imam, Khatib, Bilal dan Qadhi dari berbagai Kecamatan di Kabupaten, di hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Senin, (15/5).


Menurut Bupati, Peran agama, adat dan budaya sangat dominan menentukan tatanan kehidulan masyarakatnya."Tau jo nan Ampek adalah bagian dari adat dan budaya minangkabau, ini merupakan aspek yang berhubungan dengan normatif, sedangkan menurut budaya  adalah aspek yang berhubungan dengan prilaku manusia.

Dikatakannya, jati diri orang minangkabau minimal dibangun dari tiga jati diri. Yakni, mempunyai emosional yang stabil bersumber dari adat, mempunyai spritual yang mantap bersumber dari agama dan mempunyai intelektual yang tinggi yang bersumber dari ilmu dan pendidikan.

"Menurut Pakar adat dan budaya, Tau jo Nan Ampek merupakan dialektika, logika dan sistematika alam takambang jadi juru. Orang yang tau jo Nan ampek adalah orang yang mengenal dirinya, karena orang yang kenal dirinya maka mereka akan kenal dengan tuhannya" sebut Bupati.

Dijelaskan Bupati, saat ini Jinih Nan Ampek sudah mulai menghilang di tengah peradaban manusia sebagai akibat dari era digital yang sangat memoengaruhi pola kehidupan manusia. "Terkait persoalan tersebut, guna mengembalikan fungsi jini nan ampek ditengah masyatakat adalah salah satunya dengan melakukan pemberdayaan dan pengatahuan, salah satunya pelatihan jinih ini," sebutnya.

Perlunya dilakukan pelatihan ini karena orang Jinih Nan Ampek merupakan perpanjangan tangan para ulama untuk menenggakkan dan mensyiarkan ajaran agama islam kepada anak dan kemanakan yang ada di Nagari. Sehingga dengan demikian apa yang menjadi target dan sasaran menjadi terwujud.

Menurutnya, sebagai kepala daerah dirinya menginginkan adanya perubahan pada setiap sisi kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik. “Artinya, kesejahtraan masyarakat betul-betul akan diwujudkan dan kemiskinan secara bertahap dikurangkan,”ujar Bupati Irfendi Arbi.

Sementara itu, Kepala bagian Kesra, Arwital kepada media ini, mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pencerahan, pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang konsep kepemimpinan Jinih Nan Ampek serta tugas dan fungsinya di masyarakat.

Peserta terdiri dari dari 4 orang per Kecamatan, dengan rincian Satu orang jabatan Imam, Khatib, bilal, dan satu orang qadhi. " Total seluruh peserta sebanyak 52 orang, kegiatan ini digelar selama dua hari, "ujarnya. (Nur Akmal)