BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)--Sepertinya, hujan deras tak berhenti menguyur daerah kabupaten Lima Puluh Kota, dengan tingginya curah hujan pada bulan Maret lalu, menyebabkan terjadinya banjir dan longsor, menghantam beberapa titik Insfrastur, bahkan jika dinilai dengan uang, menelan kerugian ratusan miliar.

“Pasca bencana alam Maret tersebut, ternyata tidak cukup sampai disitu, bahkan terus menyusul hujan lebat. Akibat hujan lebat yang berkepanjangan itu, membuat sejumlah Insfrastur rusak lagi. Buktinya, Minggu (29/4) lalu, menyebabkan bobolnya irigasi Ampang Gadang I Sialang, “ujar Wali nagari Sialang Zasmurdi Khatib kepada wartawan di Payakumbuh, Senin (8/5).

Dijelaskan Zasmurdi, pasca-pasca hujan lebat yang tak berhenti itu, menyebabkan bobolnya irigasi Ampang Gadang I Sialang. Sebanyak 2 titik, sepanjang lebih kurang 25 meter rusak berat.

Terkait dengan bencana bobolnya irigasi Ampang Gadang I Sialang, kami telah melayang surat kepada dinas terkait, dengan harapan agar ditindak lanjuti secepatnya. Karena irigasi Ampang Gadang I Sialang dan Durian Tinggi untuk pertanian, perikanan, perkebunan dan juga untuk keperluan sehari-hari.

“Untuk mengantisapi, agar bencana itu tidak melebar, warga setempat telah melakukan gotong-royong, memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Bahkan, warga juga telah berinisiatif memperbaikinya dengan menyumbangkan beberapa keperluan, seperti semen, batu dan pasir, “ujar Zasmurdi. (Nur Akmal)