BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Salah seorang tokoh masyarakat Luak Limopuluah, Irnaldi Bainal, memuji keberanian bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, yang telah melepaskan warga yang dipasung bertahun-tahun dengan memakai ikatan rantai, usai dilepaskan, dicarikan pula solusinya untuk diobati hingga sembuh.

“Dulu ketika menjadi wakil bupati berpasangan dengan Amri Darwis, hal tersebut sudah pernah dilakukannya, namun dengan keterbatasan waktu dan ruang lingkup yang kecil, niat bupati Irfendi Arbi untuk melepasakan warga yang dipasung itu terhenti, “ujar Irnaldi Bainal kepada tabloidbijak.com di Payakumbuh, kemarin

Namun setelah Irfendi Arbi maju lagi mencalonkan diri sebagai bupati, dia menang dan Alhamdulillah, terpilih dan dilantik Gubernur Sumbar atas nama Mendagri 17 Februari 2016 lalu.  Irfendi Arbi langsung tancap gas menemukan sejumlah warga yang dipasung, tidak itu saja, sekaligus bupati melepaskan ikatan rantai yang membelenggunya dan mengirimnya ke rumah sakit yang berwenang.

“Karena kewenangan sudah ditangannya, diyakini seluruh warga yang dipasung bakal menghirup udara segar dan akan kembali kepangkuan keluarganya dengan keadaan baik-baik dan sehat, sebagai warga Luak Limopuluah, kami mengucapkan terima kasih kepada bupati Irfendi Arbi karena perhatiannya terhadap yang warga yang menderita bertahun-tahun itu, secara beransur-ansur akan lepas dari ikatannya, “ujar Gaek sapaan Irnaldi Bainal.

Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, selaku ketua I tim Safari Ramadhan Lima Puluh Kota di hadapan jemaah Masjid Kulyatul Muslimin Tanjung Pati Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau, Sabtu (27/5) malam, menegaskan di daerah ini tidak boleh ada orang tua miskin yang terlantar dan tidak makan. Selain itu, ia juga tidak ingin ada penyandang sakit jiwa yang dipasung.

“Saya tidak mau mendengar ada orang tua yang dibiarkan hidup terlantar dan warga miskin menangis karena tidak makan. Saya meminta camat, wali nagari hingga kepala jorong memastikan ini tidak terjadi di wilayah masing-masing,” tegas Irfendi.

Jika ada orang tua yang hidup miskin dan tidak terawat, kata Irfendi, segera salurkan bantuan, atau antarkan ke panti jompo yang ada di Situjuah Limo Nagari.  Begitu juga kalau mendapati ada warga yang dipasung, ia meminta segera laporkan kepada bupati atau dinas terkait.

“Saya ingin Kabupaten Limapuluh Kota benar-benar bebas pemasungan. Untuk itu saya meminta camat, wali nagari dan kepala jorong serta masyarakat bisa mendeteksi kasus pemasungan ini,” papar putera Koto Tangah Simalanggang itu.

Menurutnya, penyembuhan orang yang mengalami masalah kejiwaan bukan dengan cara pemasungan. Sebaliknya dengan cara perawatan medis di rumah sakit jiwa. Pihak keluarga harus memahami jika pemasungan terhadap orang yang mengalami ganguan jiwa sangat tidak baik. “Kita akan mengantarkan para penyandang gangguan jiwa itu ke rumah sakit jiwa,” ujar Irfendi. (Nur Akmal)