BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Perkembangan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan fasilitas jalan raya, sering kali mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas yang pelakunya tidak bertanggungjawab, dengan membiarkan korban begitu saja tanpa menghentikan kendaraannya.

Tabrak lari tersebut terjadi di jalan Soekarno Hatta Koto nan Ampek, persisnya di depan simpang kelurahan Balai Nan Duo, Rabu (17/5) sekitar pukul 22.10 WIB. Akibatnya korban Revo Ramanda (17), berasal dari Kelurahan Tiakar Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, meninggal dunia di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Kapolres Payakumbuh AKBP. Kuswoto melalui Kasat Lantas Iptu. Yudi Satria, kepada wartawan, diruang kerjanya, Kamis (18/5), membenarkan jika nyawa korban tabrak lari di Jalan Sukarno Hatta tidak terselamatkan dan meninggal ditempat. 

“Peristiwa kecelakaan maut tabrak lari itu, masih dilakukan penyelidikan terhadap pengendera sepeda motor yang diduga jenis Yamaha Vixion. Namun karena pengendera tidak ikut jatuh bersama korban sehingga kabur. Sementara korban sendiri meninggal dunia di tempat, karena luka parah di bagian kepala setelah terseret sejauh 10 meter,” jelas Yudi Satria.

Korban Revo Ramanda setelah menjadi korban tabrak lari. ditabrak sepeda motor diduga jenis Yamaha Vixion hingga terseret sepanjang 10 meter, hingga mengalami luka parah di bagian kepala, diduga akibat benturan dan mengeluarkan darah segar cukup banyak yang menyebabkan korban meninggal di TKP.

Kronologis kejadian, berawal saat Revo Ramanda hendak menyeberang jalan Sukarno Hatta dari arah Simpang Balai Nan Duo, Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, korban hendak menuju warung Bakso Iga. 

Malang tidak dapat di raih, pada saat menyeberang tiba-tiba datang sepeda motor, diduga Yamaha Vixion dengan nomor polisi dalam penyelidikan melaju dari arah Ngalau Indah, dengan kecepatan tinggi dan lansung menabrak pejalan kaki, sehingga terseret lebih kurang 10 meter. Sedangkan sepeda motor dan pengendera tidak terjatuh dan lansung ngacir kea rah Bukittinggi.

Kontan saja warga pengguna jalan dan masyarakat sekitar berhamburan melihat bunyi benturan yang sayup-sayup sampai. Namun karena kondisi jalan sudah mulai sunyi pada malam itu, membuat pengendera motor yang menabrak korban lari dari tanggungjawab. Sementara korban, akibat terseret sejauh 10 meter dan diduga mengalami benturan keras di bagian kepala, hingga nyawanya tidak bisa terselamatkan.

Kasat Lantas bersama jajarannya meminta agar pengendera motor yang menabrak lari bisa menyerahkan diri kepada Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan kepada pejalan kaki, Kasat menghimbau untuk hati-hati saat menyeberang jalan.

“Begitu juga kepada pengemudi baik kenderaan roda dua dan empat untuk tidak kebut-kebutan di jalan raya. Mengingat keselamatan diri sendiri dan orang lain sangat utama. Apalagi saat kondisi lengang, sudah menjadi kebiasaan untuk tancap gas, namun perlu disadari bisa saja tiba-tiba ada yang menyeberang hingga kaget dan jatuh atau menabrak, “ujar Yudi Satria. (Nur Akmal)