BIJAK ONLINE (Padang Pariman)—Lebih baik menjadi staf  dari pada menjadi pejabat koropsi dan ujung-ujungnya masuk tansi. Begitu statemen Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dokter Zunirman. 

Ketika bincang bincang dengan  Zunirman, di ruang kerjanya, Senin (8/7/2017) Puskesma Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Zunirman mengatakan, baginya menjadi pemimpin sebagai pejabat, hanya dalam rangka memperbaiki sistim dan institusi, bersih dari Koropsi  Kolosi dan Nepotisme (KKN). Bagi Zunirman lebih baik menjadi staf  dari pejabat kalau hanya akan melanggar hokum Allah SWT.

Zunirman yang sekarang  menjadi dokter umum di Puskesmas Sintuk semenjak, diberhentikan Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni  selaku Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman pada  tahun 2014. Alasan pemberhentiannya sebagai Kadise Kesehatan, karena berbeda ide  dan pendirian di dalam menegkan kebenaran dalam  mengemban tugas  sebagai pejabat eselon II.

Menurut laki-laki yang suka ceplas ceplos dalam berbicara ini, mengaku tidak merasa hina, bila  tidak diberi jabatan, ditegaskan laki-laki  bunsu dari 5 saudara ini , lebih baik hina dimata manusia dari pada hina dimata Allah SWT. “Biarkanlah manusia tidak suka  sama diri kita selagi Allah SWT, sayang sama kita,” ujar suami  drg Eva Yulia ini dengan tersenyum lepas.

Berbicara karir Zunirman, sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Unand pada Tahun  1994, lalu diangkat sebagai dokter PTT di Puskesmas Batu Basa 1995-1998. Setelah  diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  1998-2000 di Puskesmas Batu Sangkar  2000-2002. Kemudian diangkat menjadi Kepala Puskesmas Limo Kaum 2002-2004.

Pada tahun 2004-2007, bertugas sebagai Kepala Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto. Selama menjadi  Kepala Puskesmas Talawai,  dalam penilaian Puskesmas mendapat Juara I Tingkat Nasional.  Setelah Zunirman dipanggil Bupati Tanah Datar, Sadiq Pasadiqu, untuk memimpin Rumah Sakit (RS) Batu Sangkar 2007-2011. 

Lebih jauh diceritakan alumni SDN Durian Dangka Nagari Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam ini, pada tahun  2011, Zunirman dipanggil  pulang kampung oleh Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni dengan meminta persetujuan dari Sadiq Pashadiqu, untuk diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Padang Pariaman. 

Dalam  perjalanan tugas  selaku  Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, banyak juga suka dan duka yang ditemui Zunirman, pernah hampir ado jotos dengan Ketua DPRD Padang Pariaman, dan  pernah juga dibawa kunjungan kerja  anggota Dewan ke Pulau Jawa, hanya satu kali itu, setelah itu tidak mau lagi ikut, karena apa yang dilakukan diperjalanan selalu bertentangan dengan keimanan dalam dirinya.

“Masak kita dibawa, diminta pula kepada kita uang sagu, ha ha ha, sampai-sampai kata Zunirman , anggota Dewan itu menekannya dengan berbagai dalih dan ucapan, akhirnya tanpa ragu-ragu, saya ajak dia  berkelahi,” tutur Zunirman, sambil tertawa kecil mengingat kenangan manis itu kembali.
Coba anda pikirkan dengan apa saya bisa ngasih uang sagu, sementara perjalanan dinas saja masih makai dana pribadi katanya lagi. Mau tidak mau, tentu saya harus mengambil dana di kantor dan itu tidak mungkin saya lakukan, karena  pengawasan  diri itu  adalah iman kepada Allah SWT, bukan pengawasan manusia seperti BPKP dan instansi lainnya. 

“Guru kita mengajarkan berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, tidak boleh berdusta dan tidak boleh mengambil hak orang lain. Lebih baik saya mati ditembak  dari mengikuti hawa nafsu, mengambil uang Negara    dengan cara  dikoropsi, sangat bertentangan dengan hati nurani  saya,” tukas anak Kasim dan Rakiyah ini. 

Ditambahkan Zunirman, pada pertengahan tahun 2014, saya diberhentikan dari Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, oleh Bupati Ali Mukhni dan diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sampai  tahun 2015. Selama satu tahun saya tetap masuk kantor pagi, sesuai  jadwal dan sampai jam dinas habis. 

Tetapi selama satu tahun menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan,  Zunirman merasa aneh dalam dirinya, disiplin ilmu kesehatan tetapi diangkat sebagai  Ahli dibidang lain, dari pada berlawanan dengan hati nurani Zunirman minta mundur lagi dan minta jadi staf sebagai dokter di Puskesmas Sintuk.

“Alhamdulillah, diperkenankan, diri saya terasa nyaman, tanpa beban, setiap hari bisa melayani pasien beobat sampai 100 orang dan sore hari saya buka klinik di Simpang Lubuk Alung,” tukuk alumni SMAN 2 Kota Pariaman tahun 1985. 

Kini Zunirman, selain bertugas sebagai dokter Puskesmas Sintuk, juga dipercaya Pemerintah Pusat, sebagai Ketua Tim Penilai Akreditasi Puskesmas  secara Nasional dengan wilayah kerja seluruh Provinsi di Indonesia selain Sumatera Barat. Disamping itu juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Padang Pariaman.  

Selamat dokter Zunirman, semoga  sukses dan sehat selalu dalam menjalankan amanah suci sebagai abdi Negara. Pertahankanlah kepercayaan dan keyakinan kepada Allah SWT, sampai akhir hayatmu, jangan mau diajak komporomi, seperti apa yang kamu ucapkan. (amir)